Terkait pemberian genset tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat Vinsensius Gande mengatakan pemberian genset tersebut bukan bantuan melainkan pemanfaatan sementara menanti penerangan listrik dari PLN.
Dijelaskan Gande, pemberian genset ini juga berbasis usulan desa ke bupati. Kadis Gande tidak merinci bupati siapa yang dimaksud, sebab saat ini Manggarai Barat dipimpin oleh pejabat sementara.
“Jika ada desa yang mengajukan permohonan genzet pada prinsipnya kami layani yang terpenting untuk kepentingan masyarakat yang beljm masuk listrik dan semua pembiayaannya dimulai dari pengangkutan hingga operasional itu tergantung kades dengan warganya. Kalu ite mau cari tahu, langsung dengan kadesnya, tabe,” terang Gande kepada Info Labuan Bajo Kamis (07/10/2024) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ditanya apakah pemberian mesin genset tersebut atas janji salah satu kandidat, Kadis Gande mengaku tidak tahu.
“Saya kurang tahu kalu ada pesanan, tapi say berbasis usulan dan ada usulan ke bupati. Klau yang itu tanya Kadesnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat Vinsensius Gande itu juga menjelaskan untuk sementara hanya dua tempat yang dilayani yaitu di Wae Racang di Sano Nggoang dan Golo Sepang Boleng.
“Yang baru dilayani hanya Wae Racang dan Golo sepang,” tutupnya.
Kepala desa Golo Sepang, Saverius Banskoan saat dikonformasi media ini mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Kepada awak media ini Saverius Banskoan beralasan masih mengikuti acara.
“Itu usulan masyarakat. Saya masih sibuk ada acara. Nanti saya telpon lagi 2 jam lagi,” ungkap Banskoan.
Halaman : 1 2






