Apalagi kata Try Dedi, pihak media itu tidak pernah melakukan konfimasi kepada Cabup Mario Pranda untuk menanyakan maksud dari postingannya itu.
“Pihak media yang memberitakan serta merta menyimpulkan bahwa Pak Mario sebagai sebab pemfitnahan. Ini kesimpulan yang keliru yg sesat yang jauh dari kebenaran,” tandas Try Dedi.
Tidak Ada Fitnah Terhadap Haji
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sergius Try Dedi juga menanggapi isi berita dari media labuan Bajo dengan judul seorang haji difitnah.
Try Dedi menegaskan tidak ada proses pemfitnahan terhadap haji sebagaimana yang dimaksud dalam judul berita pada media itu.
“Alasannya jelas orang-orang berkomentar di dalam group relawan anak momang, terhadap gambar yang tertampil dari hasil screenshot dari group “edi weng Poros selatan” tidak terhadap status pribadi atau predikat orang yang ada dalam foto tersebut. Komentar tersebut adalah respon spontan terhadap foto dan bukan terhadap status serta predikat seseorang orang, di dalam foto yang di bagikan ada banyak orang dalam screenshot tersebut,” tegas Try Dedi.
Menurut Try Dedi, berita tersebut sebagai upaya penggiringan opini dengan menyebut seorang haji difitnah.
“Bagi kami sebuah kesesatan berpikir, dan kami menduga ada upaya membangun wacana politik yang bersifat sekterian dengan menjadikan status, predikat personal orang di dalam foto dengan membangun simpatik kelompok berdasarkan status dan agama. Sehingga ada unsur ketidaksukaan pada Pak Mario dari golongan tertentu,” bebernya.
Dijelaskan Try Dedi, cara-cara seperti ini adalah sebuah kesalahan dan menjadi masalah dalam membangun demokrasi di Manggarai Barat.
“Mencari simpatik dan dukungan rakyat berdasarkan kelompok dan agama. Pristiwa ini bisa mengganggu karakter bangsa yang majemuk yang terawat dalam bingkai Pancasila,” tutupnya.
Halaman : 1 2






