“Bukan karena aku hebat, tapi karena Tuhan memampukan aku untuk mengasihi mereka yang terlupakan.” – Suster Virgula Schmitt SSpS
Di tengah senyumnya yang lembut dan wajah yang memancarkan ketulusan, sosok dalam foto ini adalah Suster Virgula Schmitt, seorang biarawati Katolik dari Kongregasi SSpS (Servae Spiritus Sancti) asal Jerman. Namanya mungkin tak sepopuler tokoh nasional lainnya, namun bagi masyarakat Flores, khususnya mereka yang pernah merasakan sentuhan pelayanannya, nama Suster Virgula adalah lambang kasih tanpa batas.
Awal Pengabdian di Bumi Flores
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suster Virgula tiba di Indonesia pada masa ketika akses terhadap pelayanan kesehatan di daerah terpencil masih sangat terbatas. Ia memilih Flores, sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai ladang pengabdiannya. Bukan karena fasilitasnya yang lengkap, melainkan karena di sanalah ia melihat kebutuhan terbesar: orang-orang yang menderita, tersisih, dan membutuhkan cinta.
Dengan latar belakang sebagai tenaga medis, ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat pasien-pasien kusta dan penyandang disabilitas — dua kelompok yang seringkali mengalami stigma sosial. Di mata banyak orang, kusta dianggap penyakit kutukan, dan penyandang disabilitas dipandang sebagai beban. Namun di mata Suster Virgula, mereka adalah pribadi-pribadi yang layak dicintai dan dihormati.

Senyum Kasih dalam Seragam Sederhana
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






