Aksi Bule Memungut Sampah di Pantai Pede, Tamparan Keras Untuk Warga Lokal?

- Redaksi

Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam suasana sore yang ramai oleh pengunjung, seorang wisatawan asing tampak memungut sampah di sepanjang garis pantai.

Dalam suasana sore yang ramai oleh pengunjung, seorang wisatawan asing tampak memungut sampah di sepanjang garis pantai.

 

INFOLABUANBAJO.ID — Sebuah pemandangan yang cukup mengundang perhatian terjadi di Pantai Pede, salah satu pantai wisata populer di Labuan Bajo. Dalam suasana sore yang ramai oleh pengunjung, seorang wisatawan asing tampak memungut sampah di sepanjang garis pantai, membawa kantong plastik besar, membungkuk satu per satu memungut sampah plastik dan limbah lainnya. Sementara itu, sebagian besar warga lokal dan pengunjung lain hanya menyaksikan tanpa turut serta.

Gambar ini menjadi refleksi yang kuat akan kesadaran lingkungan di kawasan wisata. Seorang “bule” yang kemungkinan besar sedang berlibur justru menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan pantai yang dikunjungi, sebuah tindakan yang sederhana namun sangat bermakna. Di sisi lain, warga lokal yang menikmati tempat yang sama tampak tidak ambil bagian.

Fenomena ini menimbulkan sejumlah pertanyaan penting: Apakah kesadaran menjaga kebersihan lingkungan harus datang dari orang luar? Di manakah letak tanggung jawab kita sebagai tuan rumah dari destinasi wisata kelas dunia?

Salah satu pengunjung, bernama Yanti (29), warga lokal asal Ruteng yang datang bersama keluarganya, mengaku malu sekaligus kagum melihat aksi si bule.

Baca Juga:  Mabuk Miras, Polisi di Labuan Bajo Hajar Orang di Jalan Usai Pulang dari Tempat Hiburan Malam

“Jujur saya agak malu juga lihat bule itu poungut sampah sendirian. Kita yang tinggal di sini malah duduk santai, padahal ini kan tempat kita juga. Harusnya kita yang lebih peduli,” ujarnya sambil tertawa kecil, namun dengan nada serius.

Pengunjung lain, Arman (34), warga Labuan Bajo yang kerap datang ke Pantai Pede setiap akhir pekan, punya pandangan sedikit berbeda.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Warga Tutup Akses Masuk ke Kawasan Parapuar BOPLBF, Tuntut Ganti Rugi Lahan
Drama Musikal Gagal Pentas: Meruorah Hotel Dinilai Arogan Hadapi Komunitas Seni di Labuan Bajo
Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan
Diduga Serobot Jalan Desa Demi Dapur MBG, Politisi NasDem di Manggarai Barat Tuai Protes Warga
Jargon “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap” Dipertanyakan: Anak Sekolah di Lembor Selatan Masih Menyeberangi Sungai demi Pendidikan
Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika
Penjelasan Unika St. Paulus Ruteng Soal Imam ILS yang Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Mahasiswi
Batu Raksasa Tutup Akses Jalan Utama di Kecamatan Kuwus

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:29 WITA

BREAKING NEWS: Warga Tutup Akses Masuk ke Kawasan Parapuar BOPLBF, Tuntut Ganti Rugi Lahan

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:49 WITA

Drama Musikal Gagal Pentas: Meruorah Hotel Dinilai Arogan Hadapi Komunitas Seni di Labuan Bajo

Senin, 1 Desember 2025 - 20:59 WITA

Diduga Serobot Jalan Desa Demi Dapur MBG, Politisi NasDem di Manggarai Barat Tuai Protes Warga

Senin, 1 Desember 2025 - 11:45 WITA

Jargon “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap” Dipertanyakan: Anak Sekolah di Lembor Selatan Masih Menyeberangi Sungai demi Pendidikan

Kamis, 27 November 2025 - 16:33 WITA

Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika

Berita Terbaru

Karyawan Alfamart di NTT Diduga Tikam Rekan Kerja Karena Ketahuan Mencuri (gambar Ilustrasi)

Hukum & Kriminal

Karyawan Alfamart di NTT Diduga Tikam Rekan Kerja Karena Ketahuan Mencuri

Senin, 8 Des 2025 - 21:49 WITA