Komentar seperti dari akun Arlan Ron menulis:
“Berarti jadi perkelahian besar di Manggarai nanti. Kalau organisasi GRIB itu bebas, jangan salahkan masyarakat karena pemerintah telah mengijinkannya.”
Sementara akun Fransiska Tanoe bahkan mendesak tindakan tegas:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tangkap orang ini dan bubarkan GRIB.”
Komentar lain dari Isidorus Rein dan Rangga Leca juga menolak keras keberadaan organisasi yang dicap memiliki kedekatan dengan dunia premanisme.
“Kenapa begitu, jangan diatur oleh preman ini Manggarai.”
“Negara tidak bisa diatur oleh preman.”
GRIB JAYA Manggarai Tegaskan Legalitas dan Komitmen Bangun Daerah
Sebelumnya, Ketua DPC GRIB JAYA Manggarai, Stanislaus Ersan Weot alias Stenjo, menegaskan bahwa organisasinya telah melewati seluruh proses administratif dan hukum yang sah.
“Kami resmi terdaftar di Kesbangpol Manggarai sejak Maret 2025, dan struktur kepengurusan sudah disahkan oleh DPD GRIB JAYA Provinsi NTT. Ini organisasi legal, bukan organisasi liar,” ujar Stenjo saat dihubungi, Jumat (30/5/2025), seperti dilansir media petanttnews.com.
Menurut Stenjo, proses pembentukan dimulai sejak Desember 2024 melalui komunikasi panjang dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD GRIB JAYA. Penunjukannya sebagai Ketua DPC disebut melalui mekanisme internal yang ketat.
“Awalnya saya ragu. Tapi setelah saya pelajari legalitas dan dasar hukum organisasi ini, saya mantap menerima amanah dari DPP,” jelasnya.
Visi: Mitra Pemerintah dan Kaderisasi Pemimpin Lokal
GRIB JAYA Manggarai menegaskan visinya sebagai mitra strategis pemerintah, bukan pesaing. Fokus organisasi ini, menurut Stenjo, adalah mendukung program pembangunan yang pro-rakyat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
“Kami akan gelar pelatihan kepemimpinan berbasis karakter dan integritas. Kami ingin membentuk kader-kader masa depan yang tegas, bijak, dan berwibawa,” ungkap pria kelahiran Cibal Wudi, 7 Agustus 1976 itu.
Bantah Label Ormas Preman
Terkait anggapan miring bahwa GRIB JAYA adalah organisasi yang berafiliasi dengan premanisme, Stenjo membantah tegas. Ia menyebut tudingan itu sebagai bentuk pencemaran nama baik.
“Kalau ada yang menuduh kami ormas preman, saya minta dasarnya. Kami organisasi terbuka, legal, dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Stenjo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpikir positif dan bersatu demi pembangunan daerah.
“Tanpa memandang latar belakang, mari kita bersatu membangun Manggarai,” serunya.
Kesbangpol Pastikan Legalitas GRIB JAYA Manggarai
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Manggarai, Goldolpus B. Ngarang, membenarkan bahwa GRIB JAYA telah sah secara administrasi.
“Benar, GRIB JAYA sudah terdaftar di Kesbangpol Manggarai,” singkatnya saat dihubungi.
Halaman : 1 2






