INFOLABUANBAJO.ID – Warga di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan kembali dihadapkan dengan fenomena alam yang mengganggu sekaligus mengerikan: langit berwarna merah. Kejadian ini, yang dipicu oleh kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), telah memicu kepanikan dan kekhawatiran akan dampak kesehatan serta lingkungan.
Beberapa foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan langit yang berubah menjadi merah tua, seolah-olah berasal dari film sci-fi. Di daerah seperti Jambi, Riau, dan Kalimantan Barat, warga melaporkan bahwa matahari hampir tak terlihat, digantikan oleh cahaya kemerahan yang menyelimuti langit sepanjang hari.
“Ini seperti dunia kiamat. Napas jadi sesak, udara panas, dan bau asap di mana-mana,”* ujar Andi, seorang warga Pekanbaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena langit merah ini terjadi karena sinar matahari yang tersebar oleh partikel asap kebakaran hutan. Ketika asap sangat pekat, panjang gelombang cahaya biru dan hijau terserap, menyisakan warna merah yang dominan.
Kebakaran hutan sendiri diduga dipicu oleh pembukaan lahan ilegal dengan cara dibakar serta kondisi cuaca kering yang memperparah penyebaran api. Meski pemerintah telah berupaya memadamkan titik api dengan water bombing, luasnya area yang terbakar membuat upaya pemadaman tak maksimal.
Dinas Kesehatan setempat melaporkan peningkatan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di wilayah terdampak. Masker dan tabung oksigen mulai langka di beberapa apotek.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







