Getak Bambu di Langit Kokor, Gema Kemerdekaan Tanpa Kuota

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 18:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa-siswi dari SDI Satap Kokor tengah membawakan tarian tradisional Rangkuk Alu memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Minggu 17 Agustus 2025 di Halaman SMP Satap Kokor, Desa Tanjung Boleng.

Siswa-siswi dari SDI Satap Kokor tengah membawakan tarian tradisional Rangkuk Alu memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Minggu 17 Agustus 2025 di Halaman SMP Satap Kokor, Desa Tanjung Boleng.

INFOLABUANBAJO.ID – Terik menggantung rapat di langit Kampung Kokor, Ahad, 17 Agustus 2025. Di tengah lapangan berdebu, seorang bocah perempuan dengan pakaian adat lengkap berdiri tegak. Namanya Imakulata Sesil Mawarni Pola. Usianya baru sembilan tahun, tapi suaranya yang lantang seolah membelah panas yang membekap Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat, itu.

Ratusan pasang mata menatapnya lekat. Di belakangnya, kawan-kawannya dari SDI Satap Kokor menggenggam bilah-bilah bambu dengan erat. “Tari Rangkuk Alu adalah tarian tradisional dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur,” ujarnya, napasnya sedikit tertahan oleh gugup sekaligus bangga. “Dahulu, permainan ini sering dimainkan setelah panen… menjadi ajang pertemuan remaja.”

Hening sesaat, lalu tepuk tangan membahana. Tak lama, ritme khas getak-getuk-getak dari bambu yang saling diadu mulai mengalun. Musik perkusi dadakan itu menjadi pemanggil bagi para penari untuk melompat lincah di antara celah-celah maut yang menganga dan mengatup.

Inilah panggung perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 di halaman SMP Satap Kokor. Jauh dari hingar bingar dan gemerlap panggung ibu kota yang mungkin merayakan delapan dasawarsa republik dengan pertunjukan drone dan teknologi mutakhir. Di sini, kemeriahan adalah tetes peluh yang membasahi dahi, derai tawa yang lepas, dan semangat yang menyala di bawah matahari Flores yang tak kenal kompromi.

Senyapnya sinyal internet—sebuah keluhan klasik yang jadi lagu wajib di pelosok negeri—rupanya tak kuasa membungkam riuh gembira anak-anak Tanjung Boleng. Mereka datang berbondong dari sekolah-sekolah sekitar: SDI Kokor, SDK Gerak, SDN Nanga Boleng, SDI Rangko, SMPN 3 Boleng dan SMP Satap Kokor. Lapangan sederhana itu menjadi saksi bisu sebuah manifestasi kemerdekaan yang paling hakiki: merdeka untuk berekspresi, merdeka dari candu gawai.

Baca Juga:  Proyek Mawatu Resort Labuan Bajo: Pagari Laut hingga Pakai Pasir Ilegal untuk Reklamasi Pantai

Lihatlah sekelompok siswi lain yang tampil setelah Rangkuk Alu. Mereka membawakan dance modern dengan percaya diri. Gerakannya mungkin dipelajari dari video yang diunduh dengan susah payah saat sinyal malu-malu menampakkan diri, atau hasil kreasi seorang guru yang menolak menyerah pada keterbatasan. Saat musik dari pengeras suara menghentak, tubuh-tubuh mungil itu bergerak lincah, menyerap irama global dan menerjemahkannya dengan sukacita lokal.

Penulis : Fons Abun

Editor : F.A

Sumber Berita: infolabuanbajo.id

Berita Terkait

Gereja Katolik Santo Mikael di Atas Awan: Keindahan, Iman, dan Pesona Wisata Religi Flores
Sengkarut Arisan Online di Labuan Bajo
Jurus Tari di Panggung Golo Mori
Proyek Mawatu Resort Labuan Bajo: Pagari Laut hingga Pakai Pasir Ilegal untuk Reklamasi Pantai

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 17:46 WITA

Gereja Katolik Santo Mikael di Atas Awan: Keindahan, Iman, dan Pesona Wisata Religi Flores

Minggu, 17 Agustus 2025 - 18:48 WITA

Getak Bambu di Langit Kokor, Gema Kemerdekaan Tanpa Kuota

Sabtu, 5 Juli 2025 - 23:29 WITA

Sengkarut Arisan Online di Labuan Bajo

Minggu, 15 Juni 2025 - 15:12 WITA

Jurus Tari di Panggung Golo Mori

Kamis, 20 Februari 2025 - 14:04 WITA

Proyek Mawatu Resort Labuan Bajo: Pagari Laut hingga Pakai Pasir Ilegal untuk Reklamasi Pantai

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA