Suami Kepala Sekolah, Istri Jadi Pengawas: Dugaan KKN di SDI Daleng Jadi Sorotan

- Redaksi

Senin, 29 September 2025 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suami Kepala Sekolah, Istri Jadi Pengawas: Dugaan KKN di SDI Daleng Jadi Sorotan

Suami Kepala Sekolah, Istri Jadi Pengawas: Dugaan KKN di SDI Daleng Jadi Sorotan

INFOLABUANBAJO.ID Dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat kembali menjadi sorotan publik. Di SDI Daleng, Kecamatan Lembor, muncul dugaan kuat adanya praktik nepotisme dan konflik kepentingan dalam sistem pengawasan pendidikan setelah terungkap bahwa kepala sekolah dan pengawas yang bertugas di sekolah tersebut merupakan pasangan suami-istri.

Kondisi ini dinilai para orang tua murid sebagai sumber utama lemahnya pengawasan, tidak transparannya pengelolaan Dana BOS, hingga potensi terjadinya Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Raco, Guru dan Ranger Pulau Komodo: Mengabdi Tanpa Batas Demi Masa Depan Anak-anak

Suami Kepala Sekolah, Istri Jadi Pengawas: Netralitas Pengawasan Dipertanyakan

Salah satu orang tua murid berinisial AI mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi tersebut. Menurutnya, hubungan keluarga antara pimpinan sekolah dan pengawas jelas menciptakan konflik kepentingan dan membuka ruang lebar bagi praktik-praktik yang merugikan dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di SDI Daleng ini suaminya kepala sekolah, istrinya pengawas. Bagaimana profesionalitas kerja kalau kondisinya seperti ini? Pengawas seharusnya menjadi mata dan telinga dinas PKO, tapi kalau suami-istri, pengawasan pasti tidak objektif. Kami menduga praktik KKN dibiarkan terjadi,” tegas AI kepada media, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga:  Gandeng Jaksa dan Inspektorat Sosialisasi Penggunaan Dana BOS di SMP se-Manggarai Barat

AI menambahkan, akibat lemahnya fungsi pengawasan tersebut, orang tua murid tidak pernah mengetahui secara pasti besaran maupun penggunaan Dana BOS selama bertahun-tahun. Bahkan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) pun disebut tidak merata.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Guru Datangi Rumah Siswa Sakit, Pastikan Tetap Ikut Ujian AAS 2026
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
Rektor Unika St. Paulus Ruteng: Finalis Putra Putri Budaya NTT Bukti Kampus Lahirkan Generasi Berakar Budaya
Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG
Puluhan Pelajar SD dan SMP di Kuwus Manggarai Barat Keracunan Makanan MBG
Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika
Penjelasan Unika St. Paulus Ruteng Soal Imam ILS yang Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Mahasiswi
BRI dan Poltek eL Bajo Commodus Siapkan Kartu Mahasiswa Multifungsi yang Juga Berfungsi sebagai Kartu ATM

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:18 WITA

Guru Datangi Rumah Siswa Sakit, Pastikan Tetap Ikut Ujian AAS 2026

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Senin, 16 Februari 2026 - 22:26 WITA

Rektor Unika St. Paulus Ruteng: Finalis Putra Putri Budaya NTT Bukti Kampus Lahirkan Generasi Berakar Budaya

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:55 WITA

Ironi Labuan Bajo: Hotel Mewah Berdiri, Siswa SDI Macang Tanggar Berjalan Tanpa Alas Kaki dan Tanpa MBG

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:55 WITA

Puluhan Pelajar SD dan SMP di Kuwus Manggarai Barat Keracunan Makanan MBG

Berita Terbaru

Gambar Ilustrasi

Hukum & Kriminal

Begini Pengakuan Korban yang Dianiaya Pacar gegara Cemburu Tukang Ojek

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:40 WITA