Momen Presiden Soeharto Panen Raya di Borong, 1982: Ketika Manggarai Disebut “Daerah yang Diberkati”

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Presiden Soeharto Panen Raya di Borong, 1982: Ketika Manggarai Disebut “Daerah yang Diberkati”

Momen Presiden Soeharto Panen Raya di Borong, 1982: Ketika Manggarai Disebut “Daerah yang Diberkati”

INFOLABUANBAJO.ID — Pada 1 April 1982, ribuan warga Borong tumpah ruah ke sepanjang jalan Ranaloba menyambut kedatangan Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Kunjungan itu berlangsung sehari setelah Soeharto membuka panen raya jagung di Kabupaten Sikka. Dari Sikka, rombongan terbang dengan dua helikopter menuju Manggarai.

Di Desa Ranaloba, Kecamatan Borong, Soeharto mengawali panen padi dengan menyabit rumpun padi di pematang sawah. Menteri Sekretaris Negara kala itu, Sudharmono SH, menyebut Presiden tampak sangat puas melihat hasil pertanian di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Kota Ruteng: Permata Sejuk di Jantung Flores

“Saya gembira, mungkin lebih gembira dari saudara-saudara sekalian,” ujar Soeharto kepada para petani, disambut sorak warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koperasi dan Program Intensifikasi

Warga kemudian menyampaikan berbagai permohonan: perbaikan jalan, sarana ibadah hingga irigasi. Soeharto merespons dengan menyarankan agar petani memperkuat keanggotaan dalam Koperasi Unit Desa (KUD). Melalui koperasi, kata Soeharto, pengadaan alat pertanian, obat hama dan sarana angkut bisa lebih terjangkau.

Pemerintah, lanjutnya, akan memberi bimbingan bertahap untuk meningkatkan produksi pertanian. Ia juga mendorong penerapan sistem tumpang sari, penanaman kedelai, serta mixed farming, yaitu kombinasi tanaman pangan dan usaha peternakan untuk membantu pemenuhan gizi keluarga.

Baca Juga:  Tradisi Unik Jumat Agung di Zaman Romawi: Iman, Penyaliban, dan Sejarah Tersembunyi

Tumpang sari, menurut Soeharto, tidak hanya dianjurkan tetapi akan diprogramkan seperti halnya bimas padi dan palawija.

Angka Panen Meningkat

Sudharmono mencatat, produksi ubinan di lahan yang dipanen Soeharto mencapai 7–10,5 ton per hektare — jauh di atas produksi rata-rata petani setempat yang hanya 1–2 ton per hektare. Ranaloba sendiri memiliki areal intensifikasi seluas 1.400 hektare.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata
Anak Petani dari Manggarai Barat Tak Menyerah: Kisah Refi Mariska Saputri Mengejar Mimpi Jadi Polwan
Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik
Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya
Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam
Perayaan Minggu Palma: Ribuan Umat Katolik Kenang Masuknya Yesus ke Yerusalem
Tak Hanya Komodo! Gereja Katolik di Labuan Bajo Ini Jadi Tempat Cari Ketenangan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 15:15 WITA

Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata

Rabu, 8 April 2026 - 13:25 WITA

Anak Petani dari Manggarai Barat Tak Menyerah: Kisah Refi Mariska Saputri Mengejar Mimpi Jadi Polwan

Minggu, 5 April 2026 - 06:08 WITA

Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WITA

Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sabtu, 4 April 2026 - 03:53 WITA

Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya

Berita Terbaru