INFOLABUANBAJO.ID– Polemik dugaan suap terhadap sejumlah jaksa di Manggarai memasuki babak baru. Alih-alih meredup, isu itu justru memantik reaksi keras warganet setelah sebuah postingan di Facebook menuding media lokal sebagai “sampah” dan “tukang peras”.
Unggahan itu disampaikan akun Nona Ristin di grup Forum Rakyat Peduli Manggarai, menyusul pemberitaan soal dugaan keterlibatan Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, dalam permintaan uang untuk menghentikan penyidikan proyek benih bawang merah.
Dalam unggahan itu, Nona Ristin melampirkan sejumlah tangkapan layar dan menyebut media Floresa.co—yang pertama kali menguak rekaman percakapan dugaan setoran uang ke jaksa—sebagai “media kampungan”, “tukang palak”, hingga “jurnalis sampah.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun justru unggahan tersebut memicu gelombang komentar balasan dari pengguna Facebook lain. Di kolom komentar, warganet ramai-ramai membela media serta menyoroti sikap pemerintah daerah.
Respons Netizen
Seorang pengguna bernama Ferdy Ngarang menilai ungkapan Nona Ristin keliru arah dan justru menyinggung media yang independen.
“Lebih hina lagi media yg membela pemerintah. Namanya penjilat. Jilat-jilat dapat jabatan,” tulisnya.
Pengguna lain, Vitalis Djebarus, menyebut unggahan semacam ini justru memperlihatkan kegelisahan pemerintah daerah.
“Kalo ada postingan bgini, itu berarti Heri Nabit sudah ketar-ketir, posisinya sedang huru hara,” tulis Vitalis.
Ia menilai, respons kasar terhadap pemberitaan justru memperkuat persepsi publik soal adanya masalah serius dalam kasus tersebut.
Nada serupa datang dari pengguna bernama Antonius Rahu.
“Kalau ada wartawan dan media yang pasang badan dan selalu bela pemerintah demi isi perut, saya pikir lebih bobrok,” ucapnya.
Sebagian netizen juga menyerang balik pembuat unggahan. Akun Abriel Piter Djehatu menyindir:
“Kalau yang posting ini adalah sampah dan penjilat pastinya karena menggunakan akun palsu.”
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






