INFOLABUANBAJO.ID — Slogan pembangunan Kabupaten Manggarai Barat yang selama ini digaungkan Pemerintah Daerah, “Mabar Bangkit menuju Mabar Semakin Mantap,” kembali dipertanyakan publik. Alasannya sederhana namun ironis: di Lembor Selatan — wilayah asal Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi — sejumlah pelajar masih harus menyeberangi sungai tanpa jembatan demi sampai ke sekolah.
Sebuah video berdurasi 30 detik yang viral di media sosial memperlihatkan puluhan siswa SD dan SMP berdiri di tepi Sungai Wae Mese, Desa Nanga Bere, Lembor Selatan. Dengan suara lantang namun penuh harap, mereka menyampaikan permintaan yang terdengar lebih seperti jeritan ketimbang keluhan:
“Bapak Presiden, tolong bangunkan kami jembatan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video tersebut direkam pada Minggu, 30 November 2025, dan langsung memantik perhatian publik. Di tengah klaim kemajuan dan pencapaian pembangunan infrastruktur daerah, kondisi itu menunjukkan masih adanya kesenjangan yang mencolok, terutama di wilayah yang justru berdekatan dengan pusat kekuasaan kabupaten.
Realitas yang Berjalan Tanpa Infrastruktur
Sungai Wae Mese bukan sekadar aliran air kecil. Saat musim hujan, debit sungai meningkat tajam dengan arus deras yang rawan menelan tubuh mungil anak-anak yang harus melintas setiap hari untuk bersekolah.
Seorang warga Kampung Nisar menuturkan, anak-anak di desa itu tidak memiliki pilihan lain kecuali berjalan kaki dan melintasi sungai. Ketika banjir tiba, aktivitas belajar mereka praktis terhenti.
“Kalau ada ujian atau materi penting, mereka kadang nekat berenang. Kalau air terlalu tinggi, mereka tidak bisa sekolah,” ujar warga itu.
Tidak ada jalan alternatif, tidak ada kendaraan yang bisa menolong, dan tidak ada jembatan permanen yang menopang akses pendidikan mereka.
Jembatan Swadaya yang Tak Pernah Bertahan
Warga mengaku telah berulang kali membangun jembatan darurat secara gotong-royong. Namun setiap musim hujan tiba, struktur sederhana itu selalu hanyut bersama derasnya banjir.
Aspirasi terkait infrastruktur ini disebut sudah disampaikan berulang kali ke tingkat kecamatan maupun kabupaten. Namun hingga kini, pembangunan jembatan permanen belum juga terealisasi.
Kontras dengan Narasi Pemerintah Daerah
Fenomena ini memunculkan kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di bawah kepemimpinan Bupati Edistasius Endi dan Wakil Bupati Yulianus Weng. Publik mempertanyakan relevansi dan wujud nyata dari slogan “Mabar Semakin Mantap.”
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






