INFOLABUANBAJO.ID — Dugaan praktik korupsi mencuat di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah pelanggan mengeluhkan lonjakan tagihan air yang dinilai tak masuk akal, terjadi mendadak, dan tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diterima.
Keluhan itu ramai diperbincangkan di media sosial sejak awal pekan ini. Sejumlah warga mengunggah bukti tagihan air yang melonjak drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Padahal, menurut pelanggan, pola pemakaian air rumah tangga relatif sama, bahkan pasokan air kerap terhenti dalam sebulan.
“Saya kaget karena tagihan hampir dua kali lipat. Pemakaian air tidak berubah, malah sering mati,” kata seorang pelanggan PDAM di Labuan Bajo, Selasa, 16 Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan tagihan tersebut memicu kecurigaan. Sejumlah pelanggan menduga adanya praktik markup atau manipulasi pencatatan pemakaian air. Dugaan itu menguat lantaran sebagian meteran air dinilai bermasalah, sementara petugas pencatat disebut jarang melakukan pengecekan langsung ke rumah pelanggan.
Seorang pelanggan yang enggan disebutkan namanya mengatakan persoalan ini tak bisa dipandang sebagai kesalahan administratif semata. Ia mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem penagihan PDAM Labuan Bajo.
“Kalau ada rekayasa data pemakaian atau pungutan yang tidak sesuai, itu sudah masuk ranah tindak pidana korupsi,” ujar dia kepada Info Labuan Bajo.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






