INFOLABUANBAJO.ID — Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus menegaskan bahwa perayaan Natal 2025 tidak boleh berhenti pada seremoni liturgis, melainkan harus menjadi momentum Gereja untuk bersikap profetis terhadap berbagai persoalan sosial dan ekologis yang dihadapi masyarakat, khususnya di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya.
Pesan itu disampaikan Mgr. Maksimus dalam Surat Gembala Natal 2025 bertajuk “Kristus, Kesukaan Besar, Berjalan Bersama Kita” yang diterbitkan Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Labuan Bajo, Sabtu, 20 Desember 2025.
“Natal bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan peristiwa ilahi yang selalu baru. Allah hadir, mendekat, dan berjalan bersama manusia di tengah kerapuhan,” tulis Mgr. Maksimus, mengutip Injil Lukas 2:10 tentang kabar kesukaan besar bagi seluruh bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gereja sebagai Ruang Perjumpaan
Dalam surat gembala tersebut, Mgr. Maksimus merefleksikan perjalanan pastoral Keuskupan Labuan Bajo sepanjang 2025. Ia menyoroti pentingnya perjumpaan sebagai jantung kehidupan Gereja. Menurut dia, kunjungan pastoral ke paroki dan stasi memperlihatkan kerinduan umat akan Gereja yang menjadi rumah bersama—ruang aman untuk didengar dan diterima.
“Setiap perjumpaan sejati adalah Natal yang terus berulang,” tulisnya. Ia menyebut semangat ini sejalan dengan gagasan Paus Fransiskus tentang budaya perjumpaan dan Gereja yang berjalan bersama umat.
Sinodalitas dan Solidaritas Berbasis Budaya Lokal
Mgr. Maksimus juga menegaskan arah Keuskupan Labuan Bajo sebagai Gereja yang sinodal, solid, dan solider. Sinodalitas, menurut dia, bukan sekadar konsep, melainkan cara hidup Gereja yang memberi ruang bagi suara kecil dan mereka yang terpinggirkan.
Ia menilai nilai-nilai budaya Manggarai—seperti musyawarah kampung dan solidaritas komunal—menjadi fondasi penting bagi Gereja lokal untuk membangun kesatuan dan keberpihakan sosial, termasuk dalam merawat lingkungan hidup sebagai rumah bersama.
Tata Kelola dan Transparansi Gereja
Tahun 2025 dijalani Keuskupan Labuan Bajo sebagai Tahun Pastoral Tata Kelola Partisipatif. Mgr. Maksimus menyebut tata kelola yang baik sebagai kebutuhan mendasar bagi keuskupan yang masih muda.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






