Insiden ini mendapat perhatian luas media internasional. Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat kapal berada di tengah pelayaran malam hari, dalam kondisi cuaca yang memburuk. Dunia sepak bola Spanyol pun berduka. Valencia CF mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui akun resmi media sosial X, sementara sejumlah klub dan tokoh sepak bola turut menyampaikan belasungkawa.
Hingga Minggu, 28 Desember 2025, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengatakan pencarian memasuki hari ketiga dengan penambahan personel dan alat utama.
“Tim SAR Gabungan terus menambah personel dan alat utama untuk menyisir lokasi,” kata Fathur di Labuan Bajo, Minggu.
Pada hari ketiga pencarian, tim menemukan jaket keselamatan milik KM Putri Sakinah pada koordinat 8° 38.423’ LS dan 119° 37.843’ BT, sekitar 1,61 mil laut dari titik awal kecelakaan. Meski demikian, hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 WITA akibat cuaca buruk, keberadaan korban belum dapat dipastikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fathur menjelaskan, penyisiran telah diperluas dari perairan utara hingga selatan Pulau Padar. Tim penyelam dari Pos SAR Manggarai Barat dan Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) turut dikerahkan. Namun, arus laut yang kuat dan hujan deras menyulitkan proses pencarian. “Arus cukup membahayakan tim penyelam, ditambah jarak pandang yang sangat terbatas,” ujarnya.
Untuk operasi lanjutan pada hari keempat, Tim SAR Gabungan menyiagakan sedikitnya sembilan unit kapal patroli dan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Polairud, TNI AL, KSOP, dan Basarnas. Sebanyak 78 personel, termasuk tim medis dan penyelam profesional, akan kembali dikerahkan pada Senin pagi dengan fokus pada area sekitar penemuan serpihan kapal dan pelampung.
Tragedi ini kembali menyoroti isu keselamatan pelayaran wisata di Indonesia, terutama di kawasan destinasi unggulan seperti Taman Nasional Komodo. Sejumlah media asing menyoroti standar keamanan kapal wisata di negara kepulauan tersebut, menyusul kecelakaan yang menewaskan warga negara asing dan memicu perhatian internasional.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






