INFOLABUANBAJO.ID — Seorang pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Yefri Metkono, menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda tak dikenal di wilayah Gerokgak, Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari, 1 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 Wita.
Peristiwa bermula saat Yefri melintas bersama dua rekannya di Jalan Mawar. Di tengah perjalanan, jalan yang mereka lalui tertutup oleh sekelompok pemuda yang tengah berjoget. Yefri sempat membunyikan klakson agar jalan dibuka, namun tidak direspons.
Ketegangan berlanjut hingga di simpang empat Gerokgak. Sepeda motor yang ditumpangi Yefri ditabrak dari arah belakang. Setelah itu, sejumlah orang melontarkan pertanyaan bernada provokatif sebelum melakukan pemukulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban dipukul bertubi-tubi. Jumlah pelaku lebih dari enam orang,” kata seorang sumber yang mengetahui kejadian tersebut, Jumat, 2 Januari 2026.
Akibat pengeroyokan itu, Yefri mengalami luka lebam di wajah dan sejumlah bagian tubuh. Para pelaku juga merampas sepeda motor korban dan membawa kabur kunci kendaraan. Tidak hanya itu, Yefri mengaku mendapat ancaman akan dibuang ke bawah jembatan.
Dua rekan korban berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, pengguna jalan lain yang melintas tidak dapat memberikan pertolongan karena jumlah pelaku yang banyak.
Peristiwa tersebut menuai keprihatinan dari Pendeta Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Bajem Tabanan, Pdt. Fison Sukanegara Bailaen.
Ia mengecam aksi kekerasan tersebut dan mengingatkan agar tidak ada stigma terhadap warga NTT yang dijadikan pembenaran untuk tindakan kriminal.
“Bali, termasuk Tabanan, dikenal sebagai wilayah yang menjunjung toleransi dan persaudaraan. Kekerasan semacam ini tidak boleh dibiarkan,” ujar Fison.
Ia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, Yefri telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tabanan. Kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku pengeroyokan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi






