Pelajar SMP yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Ditemukan Meninggal

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 16:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMP yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Ditemukan Meninggal

Pelajar SMP yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Ditemukan Meninggal

INFOLABAUANBAJO.ID – Setelah sepekan lebih dinyatakan hilang, korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan jauh dari titik awal lokasi korban dilaporkan tenggelam.

Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson, 14 tahun, pelajar SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng. Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama teman-temannya di Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2026.

Menurut informasi yang dihimpun, jasad Armedo ditemukan pada aliran sungai di arah hilir, diduga kuat setelah terseret arus deras menuju muara sungai Tiwu Pai. Kondisi geografis sungai yang berbatu, berarus kuat, serta dipenuhi semak-semak diduga menyulitkan proses pencarian sejak hari pertama kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah temannya berkunjung ke Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu siang. Di lokasi wisata tersebut, korban diduga berenang atau bermain air di area sungai yang memiliki arus cukup deras. Tak lama kemudian, korban terseret arus dan hilang dari pandangan teman-temannya.

Baca Juga:  Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Meninggal Dunia

Warga dan aparat desa yang menerima laporan segera melakukan pencarian awal. Namun hingga sore hari, korban tidak ditemukan. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan Basarnas Labuan Bajo untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Upaya Tim SAR

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Labuan Bajo, TNI, Polri, BPBD Manggarai, relawan, serta masyarakat setempat mulai melakukan pencarian sejak hari kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban tenggelam hingga ke arah hilir.

Pencarian berlangsung selama tujuh hari, menghadapi berbagai kendala seperti arus sungai yang kuat, medan terjal, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Tim SAR juga menggunakan metode penyisiran darat dan pemantauan aliran sungai di beberapa titik yang dianggap rawan.

Baca Juga:  Soal Kegiatan ADPR RI Benny Harman di Lembor Selatan, Bawaslu Sebut Tidak Ada Unsur Kampanye Paslon Tertentu

Namun hingga batas waktu pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP), korban belum berhasil ditemukan. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, operasi SAR resmi dihentikan dan korban dinyatakan hilang.

Meski demikian, pemantauan secara informal oleh warga setempat tetap dilakukan.

Ditemukan Warga

Jasad korban akhirnya ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari kayu bakar di sekitar aliran sungai Tiwu Pai. Warga tersebut kemudian melaporkan penemuan itu kepada aparat keamanan.

Petugas dari Polsek Reok, unsur TNI, serta masyarakat segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di objek wisata alam yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai. Aparat dan pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung, untuk lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan sungai dan air terjun, terutama saat debit air meningkat.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia
Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin
Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H
Luka di Wajah Bocah Akibat Gigitan Anjing, Ancaman Rabies Masih Mengintai di Manggarai Timur
Eks Karyawan Warung Kuliner di Labuan Bajo Ancam Lapor ke Disnaker, Tegaskan Penjelasan Mantan Majikan Tidak Benar

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:13 WITA

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:32 WITA

Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WITA

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:53 WITA

Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA