INFOLABAUANBAJO.ID – Setelah sepekan lebih dinyatakan hilang, korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan jauh dari titik awal lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson, 14 tahun, pelajar SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng. Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama teman-temannya di Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2026.
Menurut informasi yang dihimpun, jasad Armedo ditemukan pada aliran sungai di arah hilir, diduga kuat setelah terseret arus deras menuju muara sungai Tiwu Pai. Kondisi geografis sungai yang berbatu, berarus kuat, serta dipenuhi semak-semak diduga menyulitkan proses pencarian sejak hari pertama kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah temannya berkunjung ke Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu siang. Di lokasi wisata tersebut, korban diduga berenang atau bermain air di area sungai yang memiliki arus cukup deras. Tak lama kemudian, korban terseret arus dan hilang dari pandangan teman-temannya.
Warga dan aparat desa yang menerima laporan segera melakukan pencarian awal. Namun hingga sore hari, korban tidak ditemukan. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan Basarnas Labuan Bajo untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Upaya Tim SAR
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Labuan Bajo, TNI, Polri, BPBD Manggarai, relawan, serta masyarakat setempat mulai melakukan pencarian sejak hari kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban tenggelam hingga ke arah hilir.
Pencarian berlangsung selama tujuh hari, menghadapi berbagai kendala seperti arus sungai yang kuat, medan terjal, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Tim SAR juga menggunakan metode penyisiran darat dan pemantauan aliran sungai di beberapa titik yang dianggap rawan.
Namun hingga batas waktu pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP), korban belum berhasil ditemukan. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, operasi SAR resmi dihentikan dan korban dinyatakan hilang.
Meski demikian, pemantauan secara informal oleh warga setempat tetap dilakukan.
Ditemukan Warga
Jasad korban akhirnya ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari kayu bakar di sekitar aliran sungai Tiwu Pai. Warga tersebut kemudian melaporkan penemuan itu kepada aparat keamanan.
Petugas dari Polsek Reok, unsur TNI, serta masyarakat segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di objek wisata alam yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai. Aparat dan pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung, untuk lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan sungai dan air terjun, terutama saat debit air meningkat.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi







