INFOLABUANBAJO.ID — Uskup Bogor Monsinyur Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Paskalis di hadapan puluhan imam Keuskupan Bogor dalam sebuah ibadah di Pusat Pastoral Keuskupan Bogor lantai 4, Senin, 19 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Uskup kelahiran Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur itu mengatakan pengunduran diri tersebut telah melalui proses panjang dan pertimbangan mendalam, serta telah diterima oleh Paus Fransiskus. “Gereja adalah milik Kristus, dan kita semua hanyalah hamba. Pengunduran diri saya, yang telah diterima oleh Bapa Suci, saya maknai sebagai sebuah pengalaman mistik yang luar biasa,” ujar Paskalis.
Paskalis menyinggung berbagai persoalan yang sempat dikaitkan dengan dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai Uskup Diosesan Bogor. Ia menyebut Tahta Suci sempat mengirim Visitator Apostolik ke Keuskupan Bogor untuk mendalami sejumlah dugaan. “Hasilnya berakhir positif. Dugaan-dugaan negatif tersebut tidak benar,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengenakan jubah Ordo Fransiskan, Paskalis menegaskan bahwa keputusannya mundur bukan dilandasi kesalahan moral. “Memang ada tekanan dan situasi sulit yang melingkupi pengangkatan saya sebagai uskup. Namun saya memilih untuk tidak melihatnya sebagai kekalahan kemanusiaan dan duniawi. Bukan mundur karena dosa, tetapi karena saya mencintai persatuan Gereja,” tuturnya.
Dalam ibadah tersebut hadir Monsinyur Christophorus Tri Harsono, yang ditunjuk Paus Fransiskus sebagai Pengurus Apostolik Keuskupan Bogor. Penunjukan ini dilakukan menyusul berakhirnya masa pelayanan Paskalis sebagai Uskup Bogor pada 19 Januari 2026.
Paskalis kemudian merefleksikan makna jabatan gerejawi yang menurutnya bersifat sementara. Ia mengaitkan pengunduran dirinya dengan teladan Santo Fransiskus Asisi. “Santo Fransiskus dengan berani menanggalkan jubah dunianya demi hanya memiliki Allah sebagai Bapanya,” ujarnya.
Ia mengatakan, keputusan meninggalkan jabatan uskup justru ia jalani dengan kemerdekaan batin, bukan dengan rasa kehilangan. “Hari ini saya menanggalkan jubah jabatan bukan karena kalah, tetapi karena bebas,” kata dia.
Kepada umat, Paskalis berpesan agar tetap setia kepada Gereja. “Bukan kepada sosok manusia, tetapi kepada Kristus Sang Kepala,” ujarnya.
Monsinyur Paskalis Bruno Syukur diangkat sebagai Uskup Bogor pada 21 November 2013 dan ditahbiskan pada 22 Februari 2014. Sebelumnya, ia juga dikenal luas sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) periode 2022–2025. Pada Oktober 2024, Paskalis sempat diumumkan sebagai calon kardinal, namun kemudian secara pribadi meminta Paus Fransiskus agar namanya tidak dimasukkan dalam konsistori.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi







