INFOLABUANBAJO.ID — Pendaftaran ajang Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 mulai menarik minat generasi muda. Hingga pekan terakhir Januari, panitia mencatat tujuh peserta dari sejumlah daerah di NTT telah resmi mendaftar.
Para pendaftar berasal dari berbagai wilayah, antara lain Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Manggarai, Kota Kupang, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Manggarai Barat. Panitia menilai sebaran peserta ini menunjukkan antusiasme awal yang cukup baik.
Regional Director Putra Putri Budaya NTT, Aldi Pratama, mengatakan ajang tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, melainkan sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dan menghidupi nilai-nilai budaya lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Putra Putri Budaya NTT bukan sekadar ajang pemilihan, tetapi sebuah proses pembentukan nilai dan karakter,” kata Aldi saat dihubungi, Minggu.
Menurut Aldi, kegiatan ini dirancang untuk melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya NTT melalui peran aktif generasi muda yang kreatif dan beridentitas kuat. Peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai budaya lokal dalam konteks kekinian.
Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 masih dibuka hingga 31 Januari 2026. Panitia berharap jumlah peserta terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
“Saya berharap lebih banyak pemuda dan pemudi NTT berani bergabung, menunjukkan potensi diri, dan ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian budaya daerah,” ujar Aldi.
Ajang Putra Putri Budaya NTT menjadi salah satu wadah pengembangan karakter generasi muda berbasis budaya lokal di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Redaksi







