Pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025 Ajak Generasi Muda Daftar Ajang 2026

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025 Ajak Generasi Muda Daftar Ajang 2026

Pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025 Ajak Generasi Muda Daftar Ajang 2026

 

INFOLABUANBAJO.ID — Pemenang Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025, Kevin Suwandi dan Cantika Manterio, mengajak generasi muda NTT untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya melalui pendaftaran ajang Putra Putri Budaya NTT 2026. Ajakan itu disampaikan di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya transformasi digital yang dinilai berpotensi menggerus identitas budaya daerah.

Kevin dan Cantika menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurut mereka, budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Budaya adalah jati diri dan kekuatan bangsa. Jika generasi muda tidak mengambil peran, budaya perlahan akan kehilangan maknanya,” kata Kevin Suwandi, Pemenang Putra Budaya NTT 2025, dalam keterangannya, Sabtu. Ia mengatakan ajang Putra Putri Budaya NTT menjadi ruang pembinaan bagi anak muda untuk mengenal, memahami, dan menghidupi nilai-nilai budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Menggoda Agen Wisata India, Labuan Bajo Pamer Pesona Premium di Golo Mori

Kevin menambahkan, keterlibatan pemuda dalam aktivitas kebudayaan turut berkontribusi pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Selain itu, pelestarian budaya juga berkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Sementara itu, Pemenang Putri Budaya NTT 2025, Cantika Manterio, menekankan pentingnya pendekatan adaptif dalam pelestarian budaya, terutama di era digital yang lekat dengan kehidupan generasi muda. “Tantangannya adalah bagaimana budaya tetap dikenali, dicintai, dan dibanggakan oleh anak muda,” ujar Cantika.

Menurut Cantika, Putra Putri Budaya NTT bukan sekadar ajang kompetisi atau gelar simbolik, melainkan komitmen moral untuk menjadi teladan dan penggerak pelestarian budaya. Para peserta, kata dia, dibekali pembinaan karakter, wawasan kebudayaan, serta pengalaman terlibat langsung dalam kegiatan edukatif dan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Dukung Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo, AirAsia Buka 2 Rute Penerbangan Internasional

Selama masa tugasnya, Putra Putri Budaya NTT terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi budaya di sekolah, kampanye pelestarian budaya berbasis komunitas, partisipasi dalam agenda kebudayaan dan pariwisata, hingga program sosial yang menyasar generasi muda.

Melalui pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026, Kevin Suwandi dan Cantika Manterio mengajak pemuda-pemudi NTT—baik pelajar, mahasiswa, maupun generasi muda umum—untuk mengambil peran aktif dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah.

“Generasi muda bukan hanya pewaris, tetapi juga penentu arah masa depan budaya Indonesia,” kata keduanya.

Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan jadwal pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi Putra Putri Budaya NTT atau melalui nomor kontak 082236610248 (Kevin Suwandi).

Penulis : Ofantri Nero

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group
Meruorah Komodo Labuan Bajo Jadi Penguji UKK SMK, Siswa Kuliner Diuji Standar Hotel Bintang Lima
Pulau Kelor Labuan Bajo: Pesona Alam Tropis yang Menenangkan
Taka Makassar: Pulau Pasir Ajaib yang Muncul dari Laut, Surga Tersembunyi di Labuan Bajo
Festival Soto Nusantara Hadir di Meruorah Komodo Labuan Bajo, Sajikan 10 Varian Soto Ikonik dengan Panorama Laut Bajo
Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki
Kuota 1.000 Orang di TN Komodo Picu Kecaman, Pelaku Wisata Sebut Kebijakan Mengancam Nafas Ekonomi Labuan Bajo
Tiga Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Tembus Finalis Putra Putri Budaya NTT

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:47 WITA

Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:06 WITA

Meruorah Komodo Labuan Bajo Jadi Penguji UKK SMK, Siswa Kuliner Diuji Standar Hotel Bintang Lima

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:35 WITA

Pulau Kelor Labuan Bajo: Pesona Alam Tropis yang Menenangkan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:57 WITA

Taka Makassar: Pulau Pasir Ajaib yang Muncul dari Laut, Surga Tersembunyi di Labuan Bajo

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:55 WITA

Festival Soto Nusantara Hadir di Meruorah Komodo Labuan Bajo, Sajikan 10 Varian Soto Ikonik dengan Panorama Laut Bajo

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA