DPRD Manggarai Barat Kritik KSOP Labuan Bajo: Penutupan Akses Wisata Bikin Tamu Tersesat

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Manggarai Barat Kritik KSOP Labuan Bajo: Penutupan Akses Wisata Bikin Tamu Tersesat (Foto: Marten Mitar Anggota DPRD Manggarai Barat)

DPRD Manggarai Barat Kritik KSOP Labuan Bajo: Penutupan Akses Wisata Bikin Tamu Tersesat (Foto: Marten Mitar Anggota DPRD Manggarai Barat)

INFOLABUANBAJO.ID — Kebijakan penutupan perjalanan wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menuai kritik keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat.

Kebijakan tersebut dinilai diambil secara sepihak, tanpa ruang koordinasi yang memadai dengan pemerintah daerah, dan berdampak langsung pada sektor pariwisata serta ekonomi lokal.

Anggota DPRD Manggarai Barat, Marten Mitar, menyebut penutupan akses wisata itu menyebabkan banyak wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Labuan Bajo menjadi “tersesat”. Bukan dalam arti geografis, melainkan kehilangan kepastian agenda wisata akibat perubahan kebijakan mendadak.

“Banyak tamu yang sudah merencanakan perjalanan wisata ke Labuan Bajo sejak beberapa bulan sebelumnya akhirnya batal jalan karena kebijakan penutupan itu,” kata Marten kepada Info Labuan Bajo, Jumat malam, 30 Januari 2026.

Menurut Politisi NasDem itu, keputusan tersebut tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga memukul pelaku usaha pariwisata lokal—mulai dari pemandu wisata, awak kapal, hingga pekerja hotel dan restoran. Ia memperingatkan, jika kondisi ini berlangsung lama tanpa solusi alternatif, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor pariwisata tak terhindarkan.

Baca Juga:  Aksi Bule Memungut Sampah di Pantai Pede, Tamparan Keras Untuk Warga Lokal?

“Kita ini daerah yang hidup dari pariwisata. Ketika akses ditutup total tanpa skema mitigasi, maka yang dikorbankan pertama adalah tenaga kerja lokal,” ujar Marten.

Ia menilai, otoritas terkait sejatinya masih memiliki ruang untuk mengambil langkah antisipatif tanpa harus menutup seluruh aktivitas wisata bahari. Salah satunya dengan membuka destinasi yang dinilai relatif aman untuk dikunjungi sembari menunggu kepastian cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Misalnya Pulau Rinca atau destinasi lain yang masih memungkinkan dikunjungi wisatawan. Tidak harus semuanya ditutup total,” kata dia.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group
Meruorah Komodo Labuan Bajo Jadi Penguji UKK SMK, Siswa Kuliner Diuji Standar Hotel Bintang Lima
Pulau Kelor Labuan Bajo: Pesona Alam Tropis yang Menenangkan
Taka Makassar: Pulau Pasir Ajaib yang Muncul dari Laut, Surga Tersembunyi di Labuan Bajo
Festival Soto Nusantara Hadir di Meruorah Komodo Labuan Bajo, Sajikan 10 Varian Soto Ikonik dengan Panorama Laut Bajo
Labuan Bajo Cantik untuk Difoto, Tapi Trotoarnya Mati untuk Pejalan Kaki
Kuota 1.000 Orang di TN Komodo Picu Kecaman, Pelaku Wisata Sebut Kebijakan Mengancam Nafas Ekonomi Labuan Bajo
Tiga Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Tembus Finalis Putra Putri Budaya NTT

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:47 WITA

Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:06 WITA

Meruorah Komodo Labuan Bajo Jadi Penguji UKK SMK, Siswa Kuliner Diuji Standar Hotel Bintang Lima

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:35 WITA

Pulau Kelor Labuan Bajo: Pesona Alam Tropis yang Menenangkan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:57 WITA

Taka Makassar: Pulau Pasir Ajaib yang Muncul dari Laut, Surga Tersembunyi di Labuan Bajo

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:55 WITA

Festival Soto Nusantara Hadir di Meruorah Komodo Labuan Bajo, Sajikan 10 Varian Soto Ikonik dengan Panorama Laut Bajo

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA