INFOLABUANBAJO.ID — Tiga karyawan yang menjaga lahan milik Alosius Oba di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengaku mendapat ancaman serius dari Pater Marsel Agot, SVD. Ancaman itu diduga disampaikan saat Pater Marsel mendatangi lokasi sengketa tanah pada Kamis, 27 Januari 2026.
Salah satu penjaga lahan, Simon Jeriki alias John, mengatakan Pater Marsel datang bersama sekelompok orang ke lokasi tersebut. Menurut dia, rombongan itu membawa senjata tajam dan langsung memasang pilar sebagai penanda klaim kepemilikan tanah.
“Waktu itu kami tidak melarang dia tanam patok, karena kami anggap masih sebatas klaim,” kata John kepada wartawan di Labuan Bajo, Minggu, 1 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi memanas ketika John meminta agar dirinya juga diperbolehkan memasang patok atau spanduk di lokasi yang sama. Permintaan itu ditolak oleh Pater Marsel dengan nada tinggi.
“Dia bilang tidak boleh. Sejak itu suaranya mulai keras,” ujar John.
John menuturkan, Pater Marsel kemudian melontarkan ancaman akan mendatangkan massa dari kampung apabila Alosius Oba tidak datang ke lokasi. Ancaman itu disampaikan dengan istilah adat Manggarai purak mukang wajo kampong, yang berarti menyerang dan mengepung.
“Dia bilang suruh Alo Oba datang ke sini. Kalau tidak, kami panggil massa dari kampung,” kata John menirukan ucapan Pater Marsel.
Menurut John, klaim kepemilikan tanah yang disampaikan Pater Marsel belum pernah disertai penjelasan yang jelas. Karena itu, ia menyarankan agar Pater Marsel menghubungi tim kuasa hukum Alosius Oba yang nomornya tertera pada spanduk di lokasi.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







