Bocah Kelas IV di NTT Nekat Lakukan G4ntung Diri di Pohon Cengkih, Tuliskan Surat Untuk Ibunya

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bocah Kelas IV di NTT Nekat Lakukan G4ntung Diri di Pohon Cengkih, Tuliskan Surat Untuk Ibunya

Bocah Kelas IV di NTT Nekat Lakukan G4ntung Diri di Pohon Cengkih, Tuliskan Surat Untuk Ibunya

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala depresi, tekanan psikologis, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Di Indonesia, bantuan dapat diakses melalui fasilitas kesehatan terdekat, psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan mental.

INFOLABUANBAJO.ID — Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun cengkih di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 29 Januari 2026. Anak yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar itu diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon cengkih yang berada tidak jauh dari pondok tempat ia biasa tinggal bersama neneknya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar sekitar pukul 12.30 Wita. Saat itu, seorang warga yang hendak mengikat ternaknya di kebun milik nenek korban melihat tubuh bocah tersebut tergantung di pohon. Warga kemudian bergegas menuju pondok untuk memberi tahu nenek korban, yang belakangan diketahui tidak berada di lokasi sejak malam sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pohon cengkih itu tingginya sekitar 15 meter. Lokasinya kurang lebih tiga meter dari pondok,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, Jumat, 31 Januari 2026. Ia mengatakan, tali yang digunakan korban diperkirakan sepanjang lima meter.

Baca Juga:  Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Irnakulata Murni di Kampung Halaman

Menurut Bernardus, korban selama ini tinggal bersama neneknya di sebuah pondok kebun. Orang tua korban menetap di desa tetangga. Pada malam sebelum kejadian, korban diketahui menginap di rumah orang tuanya. Pagi harinya, korban kembali ke pondok neneknya. Ia tidak berangkat ke sekolah seperti biasanya.

“Neneknya sejak malam berada di rumah tetangga untuk membantu memecahkan kemiri dan menginap di sana. Korban tidur di rumah orang tuanya, lalu pagi kembali ke pondok,” ujar Bernardus.

Warga yang menemukan korban awalnya mengira bocah tersebut sedang bermain di sekitar kebun. Namun setelah mendekat, warga menyadari korban sudah tidak bergerak. Polisi dari Polres Ngada yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi, namun saat itu kondisinya telah dinyatakan meninggal dunia.

“Petugas datang melakukan evakuasi. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernapas,” kata Bernardus.

Pantauan di lokasi menunjukkan area sekitar kebun dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Sejumlah warga terlihat berkumpul dengan raut wajah terpukul. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat setempat yang mengenal korban sebagai anak pendiam.

Baca Juga:  Kapal Pesiar Artania Singgah di Pulau Rinca, 839 Turis Nikmati Wisata di TN Komodo

Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari sumber kepolisian, korban diduga meninggalkan sebuah surat tulisan tangan sebelum peristiwa tersebut terjadi. Surat itu ditemukan di sekitar pondok tempat korban biasa tinggal. Namun, polisi belum bersedia mengungkapkan isi surat tersebut ke publik.

“Kami masih mendalami semua temuan di lokasi, termasuk adanya surat yang diduga ditulis korban. Itu menjadi bagian dari penyelidikan,” ujar seorang penyidik Polres Ngada yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi mengenai motif atau latar belakang peristiwa tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari keluarga, pihak sekolah, serta warga sekitar untuk mengetahui kondisi psikologis korban sebelum kejadian.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kesehatan mental pada anak yang kerap luput dari perhatian. Pengamat perlindungan anak menilai, peristiwa semacam ini menunjukkan pentingnya kehadiran orang dewasa, lingkungan sosial yang aman, serta sistem deteksi dini terhadap tekanan psikologis yang dialami anak.

Polres Ngada memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia
Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin
Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H
Luka di Wajah Bocah Akibat Gigitan Anjing, Ancaman Rabies Masih Mengintai di Manggarai Timur
Eks Karyawan Warung Kuliner di Labuan Bajo Ancam Lapor ke Disnaker, Tegaskan Penjelasan Mantan Majikan Tidak Benar

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:13 WITA

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:32 WITA

Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WITA

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:53 WITA

Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA