INFOLABUANBAJO.ID — Aktris Wulan Guritno menyusuri medan curam dan berlumpur menuju SDN Cekok, Desa Wae Codi, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 4 Februari 2026.
Kunjungan itu merupakan bagian dari agenda kemanusiaan yang diinisiasi Plan Indonesia bersama ZAP Clinic untuk menyalurkan bantuan akses air bersih dan perbaikan fasilitas sekolah di wilayah yang selama bertahun-tahun mengalami krisis air.
Di sekolah dasar yang berdiri di lereng tanah curam itu, Wulan melihat langsung kondisi ruang kelas yang rusak, plafon bolong, serta toilet tanpa aliran air. Sebelum bantuan masuk, murid-murid SDN Cekok harus membawa jerigen air dari rumah untuk digunakan bersama di sekolah.
“Melihat langsung kondisi di sini itu sangat menggugah. Kita sering dengar soal keterbatasan di daerah, tapi berada di tengah-tengahnya membuat saya sadar betul betapa berat perjuangan anak-anak untuk sekadar bersekolah,” kata Wulan Guritno di sela kunjungannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda Wulan di Manggarai tidak sekadar kunjungan simbolik. Bersama sejumlah selebriti lain di bawah naungan Lee Management, ia ikut terlibat dalam kegiatan relawan. Wulan membantu mengecat dinding kelas, mengangkat selang air menuju toilet sekolah, serta berinteraksi dengan murid-murid.
Menurut Wulan, akses air bersih merupakan fondasi penting bagi pendidikan, terutama bagi anak perempuan yang mulai memasuki masa menstruasi. “Kalau fasilitas dasarnya saja tidak ada, anak-anak bisa kehilangan hak paling mendasar mereka untuk belajar dengan nyaman dan sehat,” ujarnya.
Selain SDN Cekok, rombongan juga mengunjungi SDN Golomondo di Desa Latung, Kabupaten Manggarai. Di sekolah ini, kondisi meja belajar rusak dan toilet tidak layak pakai memperlihatkan persoalan serupa. Jalan menuju sekolah yang berlubang, licin, dan berbatu kerap memaksa kegiatan belajar ditunda saat hujan turun.
Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan kehadiran figur publik seperti Wulan Guritno memiliki peran strategis dalam mengangkat isu ketimpangan akses air di wilayah timur Indonesia.
“Mereka bukan hanya datang membantu, tapi juga menjadi penyambung suara warga agar kondisi ini diketahui publik lebih luas,” ujar Dini.
Bantuan yang disalurkan mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas sanitasi, penyediaan air bersih, serta renovasi ruang kelas. Program ini merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial ZAP Clinic.
Direktur Operasional ZAP Clinic, Syarif Assegaf, menuturkan bahwa lingkungan belajar yang sehat akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak. “Kami ingin kontribusi ini tidak berhenti pada renovasi fisik, tapi juga membawa dampak jangka panjang bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak,” katanya.
Bagi Wulan Guritno, kunjungan ke Manggarai meninggalkan kesan mendalam. Ia berharap agenda ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. “Anak-anak di sini penuh semangat dan harapan. Mereka pantas mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, sama seperti anak-anak di daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran Wulan dan para relawan menjadi pengingat bahwa krisis air bersih masih menjadi persoalan nyata di banyak wilayah Indonesia—dan bahwa solidaritas lintas sektor tetap dibutuhkan untuk menjembatani ketimpangan tersebut.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi







