Foto ASN di Labuan Bajo Pesta Miras Ternyata Rekayasa AI, Sekda Sempat Siapkan Sanksi Berat

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ASN di Labuan Bajo Pesta Miras Ternyata Rekayasa AI, Sekda Sempat Siapkan Sanksi Berat

Foto ASN di Labuan Bajo Pesta Miras Ternyata Rekayasa AI, Sekda Sempat Siapkan Sanksi Berat

INFOLABUANBAJO.ID — Foto sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Manggarai Barat yang diduga tengah pesta minuman keras saat jam kerja, bahkan mengenakan seragam dinas, dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Foto tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial dan menjadi rujukan pemberitaan sejumlah situs media.

Dalam gambar itu, tampak beberapa pria berseragam duduk santai di sebuah kafe dengan minuman di atas meja. Narasi yang menyertai foto menyebut mereka sedang mengonsumsi minuman keras pada jam kerja.

Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, mengatakan pemerintah daerah segera menelusuri informasi tersebut begitu pemberitaan muncul. Ia memanggil sejumlah kepala perangkat daerah terkait untuk melakukan klarifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya perintahkan untuk telusuri. Kalau benar, harus diberi sanksi paling berat karena mencoreng nama baik ASN,” kata Fransiskus, Rabu, 11 Februari 2026.

Namun hasil penelusuran internal menyimpulkan bahwa informasi dalam pemberitaan itu tidak sesuai fakta. Sumbernya hanya satu frame foto yang ternyata telah dimanipulasi menggunakan aplikasi AI.

Baca Juga:  Unika St. Paulus Ruteng Apresiasi Keberanian Korban Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar Etika

Foto tersebut diakui dibuat oleh Natalius Junaidi Jemadu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Manggarai Barat. Kepada wartawan, Natalius—yang akrab disapa Nedy—mengatakan foto asli diambil pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 17.30 Wita.

Saat itu, kata dia, ia bersama rekan-rekannya sedang makan mi goreng di kantin belakang kantor setelah mengikuti rapat dengar pendapat seharian.
“Itu foto saya ambil pakai HP. Kami sedang makan mie di kantin, bukan di kafe,” ujarnya.

Nedy mengaku kemudian mengunggah foto tersebut ke aplikasi Gemini AI milik Google dan memberi perintah untuk mengubah latar belakang serta objek di atas meja.

“Saya coba perintahkan AI untuk buatkan foto ini sedang duduk santai dan minum di kafe,” katanya. Dalam versi hasil rekayasa, muncul latar kafe lengkap dengan gelas minuman, camilan, bahkan botol yang menyerupai minuman keras.
Padahal, menurut dia, dalam foto asli tidak terdapat kopi, apalagi minuman keras. “Tidak ada kacang, tidak ada espresso, apalagi miras. Itu semua hasil rekayasa AI,” ujar Nedy.

Baca Juga:  Hormati Wafat Yesus, Bupati Manggarai Barat Ajak Seluruh Pihak untuk Hening Sejenak Saat Jumat Agung di Labuan Bajo

Foto hasil olahan AI itu kemudian dipasang sebagai status WhatsApp dengan keterangan “Rehat”. Tanpa diduga, tangkapan layar status tersebut menyebar ke berbagai platform media sosial. Beberapa situs media lalu menggunakannya sebagai dasar pemberitaan.

Selain itu, Nedy juga mengirim satu foto hasil rekayasa AI lainnya ke grup WhatsApp internal Setwan. Dalam gambar tersebut, salah satu rekannya tampak duduk bersama dua perempuan. Ia mengakui foto itu juga hasil manipulasi AI dan dibuat sebagai candaan internal.
“Aslinya tidak ada perempuan di situ. Itu cuma iseng,” katanya.

Atas kegaduhan yang timbul, Nedy menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan publik. Ia mengaku tidak menyangka unggahan yang dimaksudkan sebagai guyonan akan meluas dan memicu polemik.

Kasus ini kembali menyoroti risiko penyalahgunaan teknologi AI dalam memproduksi konten visual yang menyerupai fakta. Tanpa verifikasi memadai, satu potongan gambar dapat berkembang menjadi informasi yang menyesatkan dan berdampak pada reputasi individu maupun institusi.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia
Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin
Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H
Luka di Wajah Bocah Akibat Gigitan Anjing, Ancaman Rabies Masih Mengintai di Manggarai Timur
Eks Karyawan Warung Kuliner di Labuan Bajo Ancam Lapor ke Disnaker, Tegaskan Penjelasan Mantan Majikan Tidak Benar

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:13 WITA

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:32 WITA

Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WITA

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:53 WITA

Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA