Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Masuk Fase Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Masuk Fase Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern

Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Masuk Fase Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern

INFOLABUANBAJO.ID — Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, sebuah peristiwa besar yang mengguncang Timur Tengah dan membawa Iran ke situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu pagi, beberapa jam setelah pejabat AS dan Israel menyatakan bahwa ia tewas dalam serangan yang secara khusus menargetkan rezim Iran. Laporan media menyebutkan bahwa Khamenei tewas di kompleks kediaman dan kantornya di Teheran saat menjalankan tugas kenegaraan.

Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, menyebut kematian tersebut sebagai “kesyahidan Pemimpin Tertinggi Iran”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama hampir empat dekade, Khamenei memerintah Iran dengan tangan besi, menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel, menekan oposisi dalam negeri, serta mengembangkan program nuklir kontroversial yang menjadikan Iran salah satu kekuatan paling ditakuti di kawasan.

Namun kematiannya terjadi saat Iran berada dalam kondisi paling lemah sejak ia berkuasa pada 1989. Sanksi Barat selama puluhan tahun telah melumpuhkan ekonomi Iran, diperparah oleh serangan militer AS dan Israel pada Juni 2025 yang menghancurkan infrastruktur strategis negara itu.

Baca Juga:  Dicari Untuk Lanjutkan Tugas, Oknum Polisi di NTT Kepergok Sedang Satu Ranjang dengan Polwan Cantik di Hotel

Serangan terbaru pada 28 Februari secara khusus menargetkan Khamenei dan para pemimpin puncak Iran, menghancurkan kediaman serta fasilitas kepemimpinannya di Teheran. Citra satelit menunjukkan kepulan asap hitam dan bangunan-bangunan yang rusak parah.

Serangan ini terjadi setelah gelombang besar demonstrasi rakyat Iran akibat krisis ekonomi, yang berubah menjadi protes politik nasional. Rezim Iran merespons dengan represi brutal, menewaskan ribuan demonstran dan memicu kecaman global.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer dilakukan untuk mencegah Iran menjadi ancaman bagi keamanan nasional Amerika, serta menyerukan rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka sendiri.

“Poros Perlawanan” (Axis of Resistance)

Di bawah kepemimpinan Khamenei, Iran membangun jaringan kekuatan regional yang dikenal sebagai “Axis of Resistance”, yang mencakup kelompok-kelompok proksi seperti Hezbollah, Hamas, milisi Syiah di Irak dan Suriah, serta Houthi di Yaman. Jaringan ini memungkinkan Iran memproyeksikan kekuatan jauh melampaui perbatasannya.

Baca Juga:  Massa Aksi Desak Bupati Manggarai Barat Temui Demonstran: Jangan Angkuh Dong

Namun jaringan tersebut mulai runtuh setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang besar di kawasan. Israel menghancurkan Hamas, melemahkan Hezbollah, masuk ke Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad, dan akhirnya melancarkan serangan langsung ke Iran pada Juni 2025.

Perang 12 hari itu melibatkan serangan Israel dan Amerika ke fasilitas nuklir Iran. Trump mengklaim fasilitas tersebut “dihancurkan total”. Sejak itu, Iran kehilangan sebagian besar kekuatan tawarnya, baik dari sisi nuklir maupun jaringan proksi regional.

Program Nuklir yang Berbalik Menjadi Bumerang

Khamenei memandang program nuklir Iran sebagai simbol kedaulatan nasional dan alat tawar strategis. Meski mengeluarkan fatwa bahwa senjata nuklir haram, ia tetap mendorong pengayaan uranium.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia
Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin
Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H
Luka di Wajah Bocah Akibat Gigitan Anjing, Ancaman Rabies Masih Mengintai di Manggarai Timur
Eks Karyawan Warung Kuliner di Labuan Bajo Ancam Lapor ke Disnaker, Tegaskan Penjelasan Mantan Majikan Tidak Benar

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:13 WITA

BREAKING NEWS: Umat Katolik Mangggarai Raya Berduka, Pastor Thomas Krump SVD Dikabarkan Meninggal Dunia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:32 WITA

Hujan Deras Picu Sungai Meluap di Golo Mori, Warga Kampung Soknar Minta Solusi Permanen dari Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WITA

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:53 WITA

Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Meminta THR ke Instansi Menjelang Idul Fitri 1447 H

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA