Pemilik Penginapan di Belakang Pasar Wae Sambi Akui Ada Prostitusi tapi Sebut: Itu Bukan Urusan Saya

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Penginapan di Belakang Pasar Wae Sambi Akui Ada Prostitusi tapi Sebut: Itu Bukan Urusan Saya

Pemilik Penginapan di Belakang Pasar Wae Sambi Akui Ada Prostitusi tapi Sebut: Itu Bukan Urusan Saya

INFLABUANBAJO.ID – Dugaan praktik prostitusi daring kembali mencuat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebuah penginapan yang berada di belakang Pasar Wae Sambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo bernama New Chez Felix disebut-sebut menjadi lokasi transaksi jasa seksual melalui aplikasi percakapan MiChat dengan sistem Open Booking Out (Open BO).

Bangunan penginapan berlantai dua itu berjarak sekitar 200 meter dari Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi. Letaknya yang berada di kawasan padat aktivitas ekonomi membuat isu ini cepat menyebar dan memicu keresahan warga.

Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah akun perempuan di aplikasi MiChat secara terbuka mencantumkan lokasi operasi mereka di penginapan tersebut. Tarif yang dipasang berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu untuk sekali pertemuan. Dalam verifikasi lapangan, seorang perempuan berinisial A mengaku telah lama tinggal di penginapan itu dan menawarkan jasa kepada tamu. Ia menyebut dalam sehari dapat melayani hingga delapan orang.

Namun, pemilik penginapan membantah terlibat atau mengetahui secara pasti aktivitas tersebut. Istri pemilik tidak mengelak bahwa praktik serupa terjadi di berbagai tempat, namun ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sang pemilik, yang diketahui bernama Iron, menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebatas pada penyewaan kamar. “Begini, saya mau jelaskan, di mana pun penginapan, kalau ada yang begitu itu urusannya tamu. Saya bukan punya urusan, entah mereka prostitusi,” katanya kepada wartawan pada Selasa 3 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa fokus usahanya hanya pada pelayanan penginapan. “Saya punya urusan setiap hari mereka bayar kamar, itu saja. Saya tidak tahu apa profesinya. Siapa saja yang datang sebagai tamu, dia bayar, saya terima. Tidak ada urusan dia punya profesi, entah pencuri saya tidak ada urusan,” ujarnya.

Iron juga menyebut pemberitaan yang beredar tidak sepenuhnya benar dan menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan apa pun terkait isu tersebut. “Saya menganggap berita yang beredar itu tidak benar. Saya tidak ada kepentingan dengan berita itu. Saya bukan pejabat, silakan mau tulis itu, saya tidak goyang. Saya tidak ada urusan,” katanya.

Baca Juga:  Kekerasan ke Jurnalis di Manggarai, Wartawan Dipukul Pakai Mikrofon Saat Karaoke

Ia menegaskan kembali bahwa tanggung jawabnya terbatas pada kebersihan dan fasilitas kamar. “Urusan saya, saya bersihkan kamar, fasilitasnya sesuai kebutuhan kamar. Hal-hal mereka profesi apa, saya tidak tahu.”

Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mencatat terdapat 26 kasus sifilis sepanjang periode 2024–2025 serta 174 kasus HIV/AIDS hingga Juli 2025, dengan 13 orang dilaporkan meninggal dunia. Di tengah status Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional, isu praktik prostitusi daring dinilai berpotensi berdampak pada aspek kesehatan masyarakat dan citra daerah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas tersebut maupun langkah penindakan yang akan diambil.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Suami Emosi Tak Diberi Uang Rokok, Istri di NTT Jadi Korban Disiram Air Panas, Begini Penjelasan Polisi
Pria Asal Manggarai Timur Ditangkap di Labuan Bajo karena Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacar di Media Sosial
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Baru Sebulan Jadi Prajurit TNI, Pemuda NTT Ini Malah Dijebloskan ke Sel Polisi, Tega Perkosa Anak di Bawah Umur Saat Urus Ijazah
Takut Dimarahi dan Diusir Orang Tua, Wanita 19 Tahun Ini Nekat Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya ke Tong Sampah
Ditolak Berhubungan Badan, Suami Gelap Mata Bunuh Istri, Jasad Disembunyikan di Bawah Karpet
Pinjam Mobil Penjual Kelapa, Dua Pemuda Diduga Bobol Vila di Labuan Bajo, Ditangkap Polisi Tengah Malam
Polda NTT Tegas! Oknum Polisi Manggarai Barat yang Diperiksa Terkait Lahan Nggoer Akan Diproses Jika Terbukti

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:27 WITA

Suami Emosi Tak Diberi Uang Rokok, Istri di NTT Jadi Korban Disiram Air Panas, Begini Penjelasan Polisi

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:02 WITA

Pria Asal Manggarai Timur Ditangkap di Labuan Bajo karena Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacar di Media Sosial

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:28 WITA

Baru Sebulan Jadi Prajurit TNI, Pemuda NTT Ini Malah Dijebloskan ke Sel Polisi, Tega Perkosa Anak di Bawah Umur Saat Urus Ijazah

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:15 WITA

Takut Dimarahi dan Diusir Orang Tua, Wanita 19 Tahun Ini Nekat Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya ke Tong Sampah

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:12 WITA

Ditolak Berhubungan Badan, Suami Gelap Mata Bunuh Istri, Jasad Disembunyikan di Bawah Karpet

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA