Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar hingga Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar hingga Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

INFOLABUANBAJO.ID — Suasana Pasar Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu pagi, 14 Maret 2026, tampak seperti biasanya. Pedagang sibuk melayani pembeli, kendaraan keluar-masuk area parkir, dan hiruk-pikuk transaksi berlangsung di berbagai sudut pasar. Namun di tengah keramaian itu, seorang pria berdiri sendirian di tepi jalan dengan membawa poster bertuliskan sejumlah tuntutan.

Pria itu adalah Ricky Morgan, seorang aktivis sosial di Manggarai Barat. Ia menggelar aksi tunggal sebagai bentuk protes terhadap dugaan intimidasi yang dialami juru parkir di kawasan pasar tersebut.

Aksi itu berlangsung tanpa pengeras suara dan tanpa kerumunan massa. Ricky hanya berdiri sambil memegang poster dan sesekali berbicara kepada warga yang mendekat untuk membaca pesannya. Namun keberadaannya cukup menyita perhatian pengunjung pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua bentuk kekerasan atau intimidasi terhadap juru parkir harus dihentikan. Mereka menjalankan tugas yang diberikan oleh pemerintah,” kata Ricky saat ditemui di lokasi aksi.

Baca Juga:  Diduga Cari Keuntungan Pribadi, Warga Manggarai Barat Ini Provokasi Warga untuk Tak Bayar Listrik

Menurut Ricky, aksinya merupakan respons terhadap peristiwa cekcok antara pedagang dan juru parkir yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan warga. Insiden itu terekam dalam video yang beredar di media sosial dan memicu diskusi tentang ketertiban di kawasan pasar.

Dalam poster yang dibawanya, Ricky menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya adalah penghentian segala bentuk kekerasan maupun tindakan premanisme terhadap petugas parkir yang bertugas di Pasar Wae Kesambi.

Ia juga menyoroti keberadaan pedagang yang berjualan di bahu jalan. Praktik tersebut, menurut dia, berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan memicu konflik dengan petugas di lapangan.

“Semua orang yang datang dan beraktivitas di sini harus menghormati aturan dan menghargai masyarakat setempat,” ujarnya.

Ricky mengingatkan bahwa Labuan Bajo kini berkembang pesat sebagai destinasi pariwisata. Aktivitas ekonomi yang meningkat di kawasan pasar tradisional, kata dia, perlu diimbangi dengan penataan ruang publik yang tertib.

Bagi Ricky, persoalan ini bukan sekadar soal parkir atau pedagang kaki lima. Ia melihatnya sebagai bagian dari dinamika sosial antara masyarakat lokal, pedagang pendatang, dan aparat pengelola pasar.

Baca Juga:  Jargon “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap” Dipertanyakan: Anak Sekolah di Lembor Selatan Masih Menyeberangi Sungai demi Pendidikan

“Yang kita jaga sebenarnya adalah ketenangan dan martabat masyarakat di sini,” katanya.

Beberapa warga yang melintas tampak berhenti sejenak untuk membaca isi poster yang dibawanya. Sebagian lainnya hanya memperhatikan dari kejauhan sebelum kembali melanjutkan aktivitas mereka.

Di tengah aksi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Manggarai Barat, Gabriel Bagung, kebetulan berada di kawasan Pasar Batu Cermin yang tidak jauh dari lokasi.

Ia menyatakan mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap kondisi pasar.

“Saya selaku Kepala Dinas Perindagkop mengapresiasi masyarakat yang peduli terhadap kesemrawutan pasar,” kata Gabriel.

Menurut dia, pemerintah daerah bersama sejumlah instansi teknis seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan telah berupaya menertibkan pedagang yang berjualan di luar area yang telah disediakan.

Namun upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga
Cegah Judol Merambah Polisi, Polres Manggarai Barat Cek HP Anggota, Begini Hasilnya
Dari Harapan Jadi Krisis: Proyek Air PLN Peduli di Golo Mori Diduga Terhenti di Tengah Jalan
Setelah Insiden Penghadangan di Jalan, 5 Aturan Ini Disepakati Sopir Travel Ruteng dan Lembor
Damai di Jalur Ruteng–Lembor: Dari Gesekan Sopir Travel ke Kesepakatan Lima Poin, Berikut Isinya
BREAKING NEWS: Warga Satar Mese Barat Ditemukan Tew4s di Pantai Wae Aweng Dintor, Masih Pakai Kacamata Renang
Detik-detik Gibran Pikul Salib di Kupang, Disambut Antusias Warga dan Peserta Pawai

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 22:04 WITA

Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum

Jumat, 10 April 2026 - 17:09 WITA

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga

Kamis, 9 April 2026 - 17:21 WITA

Cegah Judol Merambah Polisi, Polres Manggarai Barat Cek HP Anggota, Begini Hasilnya

Kamis, 9 April 2026 - 12:41 WITA

Dari Harapan Jadi Krisis: Proyek Air PLN Peduli di Golo Mori Diduga Terhenti di Tengah Jalan

Kamis, 9 April 2026 - 11:53 WITA

Setelah Insiden Penghadangan di Jalan, 5 Aturan Ini Disepakati Sopir Travel Ruteng dan Lembor

Berita Terbaru