INFOLABUANBAJO.ID — Seorang pria bernama Yudi, warga Labuan Bajo harus menjalani perawatan medis setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang di kawasan Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi setelah sebelumnya korban dan para pelaku berkumpul di sebuah rumah duka dan bermain kartu hingga menjelang pagi.
Menurut keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu Yudi bersama empat orang lainnya sedang berjaga di rumah duka Merombok. Seperti lazim terjadi dalam suasana duka di beberapa tempat, mereka mengisi waktu dengan bermain kartu.
Namun permainan tersebut berakhir dengan ketegangan. Yudi disebut meminta berhenti bermain karena harus beristirahat. Ia berencana bekerja pada pagi harinya sebagai pengantar air galon. Permintaan itu diduga memicu kekecewaan dari beberapa rekannya yang merasa dirugikan dalam permainan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Percekcokan pun terjadi dan sempat berujung baku hantam di lokasi rumah duka. Setelah situasi mereda, Yudi memutuskan pulang ke rumahnya.
Akan tetapi, persoalan ternyata belum benar-benar selesai. Tanpa sepengetahuan korban, empat orang yang sebelumnya terlibat percekcokan diduga mengejar Yudi hingga ke rumahnya.
Setibanya di rumah korban, para pelaku disebut membawa kayu berukuran cukup besar. Mereka kemudian meminta Yudi keluar dari rumah.
Ketika korban keluar, pengeroyokan kembali terjadi. Yudi diduga dipukul secara bersama-sama oleh para pelaku menggunakan tangan dan kayu.
Adapun terduga pelaku masing-masing berinisial BN, BS VA dan X.
Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh anak sulung korban yang berada di rumah saat kejadian berlangsung.
Akibat pengeroyokan itu, Yudi mengalami luka serius dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Merombok untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan keluarga Korban, seorang dokter yang menangani korban menyebutkan bahwa Yudi mengalami benturan cukup keras di bagian belakang kepala. Kondisi tersebut membuat korban harus menjalani perawatan intensif untuk memastikan tidak terjadi komplikasi lebih lanjut pada bagian otaknya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







