INFOLABUANBAJO.ID — Upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis minyak tanah berhasil digagalkan aparat kepolisian di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Aparat Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat mengamankan sekitar 1.749 liter minyak tanah yang diduga hendak diselundupkan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan sejumlah truk di sekitar Pelabuhan Penyeberangan ASDP Labuan Bajo. Informasi tersebut diterima aparat pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.
Kepala Bina Operasi (KBO) Sat Polairud Polres Manggarai Barat, Inspektur Polisi Dua Henro Manurung, mengatakan tim yang dipimpinnya segera melakukan penyisiran di kawasan pelabuhan setelah menerima laporan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar pukul 00.45 Wita, polisi menghentikan sebuah truk berwarna biru putih bernomor polisi DK 8924 JK. Namun saat dilakukan pemeriksaan awal, petugas hanya menemukan 335 tabung LPG kosong di dalam bak kendaraan.
“Kami menduga ada sesuatu yang disembunyikan karena gerak-gerik mereka mencurigakan,” kata Henro dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2026.
Dari hasil interogasi terhadap dua orang di dalam truk, yakni sopir berinisial HH (22 tahun) dan rekannya HA (23 tahun), polisi memperoleh informasi bahwa muatan sebenarnya telah dipindahkan ke kendaraan lain sebelum memasuki area pemeriksaan pelabuhan.
Menurut Henro, cara tersebut merupakan taktik untuk menghindari pemeriksaan petugas di pos pengamanan.
Berbekal keterangan itu, tim kepolisian kemudian melakukan penyisiran di sekitar kawasan pelabuhan. Polisi akhirnya menemukan dua truk lain yang diduga terkait dengan jaringan tersebut. Kedua kendaraan itu masing-masing berwarna hitam kuning dengan nomor polisi EA 8442 WA dan kuning biru dengan nomor polisi EB DR 84 29 DM.
Saat diperiksa, petugas menemukan 23 kardus besar berisi ratusan botol plastik berukuran 1.500 mililiter yang terisi minyak tanah bersubsidi.
“Total yang kami temukan sebanyak 1.117 botol milik seseorang berinisial SI dan 49 botol lainnya milik FY,” ujar Henro.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







