Oknum ASN di Labuan Bajo Diduga Terlibat Pengeroyokan Tukang Galon, Korban Alami Pembengkakan Otak

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum ASN di Labuan Bajo Diduga Terlibat Pengeroyokan, Korban Alami Pembengkakan Otak (Gambar Ilustrasi)

Oknum ASN di Labuan Bajo Diduga Terlibat Pengeroyokan, Korban Alami Pembengkakan Otak (Gambar Ilustrasi)

INFOLABUANBAJO.ID — Kasus pengeroyokan terhadap seorang warga bernama Yudi di kawasan Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menyita perhatian publik. Salah satu dari empat terduga pelaku dalam peristiwa itu diketahui merupakan aparatur pemerintah dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di Kantor Kecamatan Komodo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026. Akibat pengeroyokan itu, Yudi harus menjalani perawatan intensif di RSUD Komodo, Labuan Bajo. Tim medis mendiagnosis korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh serta pembengkakan pada otak bagian kanan akibat benturan benda keras.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan aparatur pemerintah yang seharusnya menjaga etika dan keteladanan di tengah masyarakat.

Kronologi Kejadian

Menurut penuturan korban, insiden bermula ketika ia bersama sejumlah orang berada di sebuah rumah duka di Marombok. Mereka berkumpul dan bermain kartu hingga menjelang pagi.

Sekitar pukul 04.00 WITA, Yudi meminta izin untuk berhenti bermain. Ia beralasan harus beristirahat karena pagi harinya bekerja sebagai pengantar air galon.

Permintaan tersebut memicu ketegangan. Cekcok sempat terjadi, meski kemudian mereda. Yudi memutuskan pulang ke rumahnya di wilayah Pilipo.

Namun persoalan tidak berhenti di situ. Para pelaku diduga membuntuti korban hingga ke rumahnya. Di lokasi itu, kekerasan kembali terjadi.

“Awalnya mereka pukul saya berkali-kali di rumah duka saat saya meminta berhenti main kartu. Sampai di rumah, saya memegang parang hanya untuk melindungi diri, bukan mengancam,” kata Yudi ketika ditemui dalam kondisi masih pusing akibat luka yang dialaminya.

Baca Juga:  Kasus Ketua KPU Manggarai Barat Coblos Dua Kali Sudah Ada Penetapan Tersangka

Ia mengatakan salah satu pelaku sempat memeluknya dengan dalih ingin menyelesaikan persoalan. Yudi kemudian melepaskan parang yang dipegangnya. Namun situasi justru berbalik.

“Tiba-tiba dia terus memeluk saya, lalu tiga orang lainnya memukul saya dengan kayu sampai saya pingsan,” ujarnya.

Peristiwa itu disebut terjadi di depan anak sulung korban yang masih di bawah umur.

Laporan ke Polisi

Istri korban, Kristina Mutiara, telah melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Resor Manggarai Barat. Laporan itu tercatat dengan nomor STTPL/36/III/2026/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT.

Kristina mengatakan para pelaku bukan orang asing bagi keluarganya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan
Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap
Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng
Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur
Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku
Terungkap, Bukan Cuma 1 Kali, Siswi SMP di NTT Ini Diperkosa 4 Kali Sehari oleh 4 Pria Tak Dikenal: Disekap Tanpa Makan, Pelaku Masih Bebas
Modus Tawari Ojek, Aksi Bejat Pria Asal NTT di Bali, Turis China Diperkosa dan Dirampok
Sosok Pengacara Yance Mesah Disorot: Pernah Dipidana, Kini Muncul dalam Kasus Tanah di Manggarai Barat

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:12 WITA

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan

Selasa, 7 April 2026 - 12:38 WITA

Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap

Senin, 6 April 2026 - 21:10 WITA

Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng

Minggu, 5 April 2026 - 00:44 WITA

Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur

Kamis, 2 April 2026 - 16:13 WITA

Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku

Berita Terbaru