Video Intim dengan Cewek di Kos Viral! Oknum Polisi di NTT Mengaku, Ini Kronologi Lengkapnya

- Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Video Intim dengan Cewek di Kos Viral! Oknum Polisi di NTT Mengaku, Ini Kronologi Lengkapnya (Gambar Ilustrasi)

Video Intim dengan Cewek di Kos Viral! Oknum Polisi di NTT Mengaku, Ini Kronologi Lengkapnya (Gambar Ilustrasi)

INFOLABUANBAJO.ID — Senin, 23 Maret 2026, menjadi hari ketika sebuah rekaman singkat yang semula berada di ruang privat berubah menjadi konsumsi publik. Video berdurasi pendek itu menyebar cepat di jagat digital, menyeret nama seorang anggota kepolisian di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, berinisial Bripda FCL, ke tengah sorotan tajam.

Kasus ini bukan sekadar perkara personal. Ia menjelma menjadi isu institusional—menggugah pertanyaan publik tentang disiplin, etika, dan batas antara kehidupan pribadi serta tanggung jawab profesi aparat penegak hukum.

Viral, Klarifikasi, dan Langkah Cepat

Video tersebut mulai beredar luas sejak pertengahan Februari 2026, salah satunya melalui grup Telegram yang dikenal sebagai ruang distribusi konten viral. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria dan perempuan yang diduga FCL dan seorang wanita berinisial VM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemberitaan di berbagai media daring mempercepat eskalasi kasus ini. Reaksi publik pun beragam—dari kecaman hingga tuntutan agar institusi kepolisian bertindak tegas.

Baca Juga:  Oknum Kepala Desa di Manggarai Barat Aniaya Istri Babak Belur gegara Masalah Masak Nasi

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, melalui Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasipropam) IPTU I Gede Parwata, menyatakan bahwa pihaknya segera merespons setelah video tersebut menjadi perhatian publik.

FCL langsung dipanggil untuk klarifikasi. Tak lama berselang, ia dipindahtugaskan menjadi bintara administrasi (Ba) di Polres Rote Ndao guna mempermudah proses pemeriksaan internal. Langkah ini diikuti dengan penempatan khusus (patsus), sebuah prosedur yang lazim dalam penanganan dugaan pelanggaran serius oleh anggota Polri.

Jejak Digital dan Awal Mula Relasi

Dari penelusuran internal Propam melalui Unit Pengamanan Internal (Paminal), diketahui bahwa video tersebut direkam pada 2025 di sebuah kamar kos di Kota Kupang. Rekaman itu, menurut keterangan FCL, dibuat oleh VM menggunakan telepon genggamnya.

Baca Juga:  Niat Beli Laptop Berujung Petaka: Perempuan NTT Diperkosa Sepupu di Denpasar

Relasi antara keduanya bermula dari komunikasi pribadi. Dalam pemeriksaan, FCL mengakui memiliki hubungan dengan VM. Namun, dinamika hubungan itu kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks.

Sekitar Agustus 2025, VM disebut menghubungi FCL untuk meminta bantuan uang sebesar Rp2 juta guna melunasi tunggakan penginapan. Permintaan tersebut, menurut pengakuan FCL, disertai tekanan: ancaman penyebaran video intim jika bantuan tidak diberikan.

FCL mengaku sempat meragukan ancaman itu. Namun ia tetap membayar sebagian tagihan, sekitar Rp1,6 juta, secara langsung. Kenyataannya, ancaman tersebut kemudian terwujud—video itu beredar luas beberapa bulan kemudian.

Gelar Perkara dan Dugaan Pelanggaran Etik

Hasil pemeriksaan Propam dituangkan dalam Berita Acara Interogasi (BAI) dan menjadi dasar gelar perkara pada 16 Februari 2026. Dalam forum tersebut, penyidik internal menyimpulkan adanya cukup bukti pelanggaran kode etik profesi Polri.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan
Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap
Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng
Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur
Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku
Terungkap, Bukan Cuma 1 Kali, Siswi SMP di NTT Ini Diperkosa 4 Kali Sehari oleh 4 Pria Tak Dikenal: Disekap Tanpa Makan, Pelaku Masih Bebas
Modus Tawari Ojek, Aksi Bejat Pria Asal NTT di Bali, Turis China Diperkosa dan Dirampok
Sosok Pengacara Yance Mesah Disorot: Pernah Dipidana, Kini Muncul dalam Kasus Tanah di Manggarai Barat

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:12 WITA

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan

Selasa, 7 April 2026 - 12:38 WITA

Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap

Senin, 6 April 2026 - 21:10 WITA

Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng

Minggu, 5 April 2026 - 00:44 WITA

Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur

Kamis, 2 April 2026 - 16:13 WITA

Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku

Berita Terbaru