INFOLABUANBAJO.ID — Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) melaporkan satu personelnya tewas dan satu lainnya mengalami luka parah akibat ledakan proyektil di Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi pada Minggu malam waktu setempat di salah satu posisi pasukan perdamaian.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Senin pagi, UNIFIL menyebutkan ledakan terjadi di sekitar wilayah Adshit al-Qusayr, distrik Marjayoun. Lokasi tersebut merupakan area penempatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas memantau situasi keamanan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa serangan tersebut diduga berasal dari tembakan artileri Israel yang menargetkan markas kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL. Namun, pihak UNIFIL menyatakan hingga kini belum dapat memastikan asal proyektil yang menyebabkan ledakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” demikian pernyataan resmi UNIFIL melalui platform X.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







