INFOLABUANBAJO.ID – Rencana pembatasan jumlah kunjungan wisatawan hingga 1.000 orang per hari ke Taman Nasional Komodo mulai menimbulkan kebingungan, bahkan hingga ke wisatawan mancanegara.
Salah satu pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Rafael Tado Wela, mengungkapkan dampak tersebut melalui unggahan di media sosial Facebook. Ia menyebut adanya “kekacauan informasi” terkait kebijakan yang hingga kini belum memiliki kejelasan resmi.
Rafael Tado Wela mengijinkan Info Labuan Bajo untuk mengutip informasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahannya, Rafael membagikan pesan dari seorang calon wisatawan asal Italia bernama Samuele yang menanyakan kepastian aturan pembatasan kunjungan ke Taman Nasional Komodo.
Dalam pesan berbahasa Italia tersebut, wisatawan itu mengaku tertarik mengikuti paket open trip satu hari ke Komodo, namun ragu setelah membaca informasi bahwa mulai 1 April akan diberlakukan sistem reservasi dengan kuota maksimal 1.000 pengunjung per hari.
“Apakah setelah saya membeli paket tur, pihak operator akan membantu mengurus reservasi masuk ke taman nasional?” demikian salah satu pertanyaan yang disampaikan wisatawan tersebut.
Menanggapi hal itu, Rafael menegaskan bahwa informasi pembatasan tersebut sejauh ini masih sebatas wacana dan belum menjadi kebijakan resmi dari pemerintah.
Ia juga memastikan bahwa wisatawan tetap dapat berkunjung seperti biasa tanpa perlu khawatir terkait kuota harian.
“Untuk saat ini, pembatasan 1.000 pengunjung per hari masih sebatas isu dan belum menjadi keputusan resmi, jadi wisatawan tetap bisa datang,” jelas Rafael dalam balasannya.
Terkait tiket masuk ke kawasan konservasi tersebut, Rafael menjelaskan bahwa biaya tiket tidak termasuk dalam paket tur yang ditawarkan. Wisatawan nantinya dapat membeli tiket secara langsung di loket resmi dan akan didampingi oleh pemandu wisata.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







