INFOLABUANBAJO.ID – Praktik kejam perdagangan orang kembali terungkap di Nusa Tenggara Timur. Seorang mucikari bernama Sari Doko (SD), warga Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, ditangkap polisi setelah mengeksploitasi anak di bawah umur dan menjualnya kepada pria hidung belang. Kasus ini menyorok lemahnya perlindungan terhadap anak dan maraknya prostitusi online yang menyasar pelajar.
Pengungkapan berawal dari laporan orang tua korban, seorang pelajar SMP berinisial SHR (14), yang tak pulang selama lima hari sejak Selasa, 17 Maret 2026. Keluarga yang cemas akhirnya menemukan SHR di sebuah kamar kos di kawasan Lasiana, Kota Kupang, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Di lokasi yang sama, SHR ditemukan bersama SD. Kapolsek Kota Lama, Zainal Arifin Abdurahman, membenarkan bahwa pihak keluarga langsung mengadukan temuan ini ke RT setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke polisi.
Dalam ulasan Info Labuan Bajo, kasus ini bukan sekadar prostitusi biasa, melainkan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan korban anak di bawah umur—faktor yang memberatkan hukuman. Ironisnya, SD yang diduga berperan sebagai “pialang seks” ini justru memanfaatkan kerentanan remaja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada penyidik, SHR mengaku dijemput oleh SD pada Sabtu sore. Sejak saat itu, ia dilayankan kepada sejumlah pria dengan imbalan. SD yang sempat berkelik akhirnya mengakui perbuatannya. Menurut pengakuan SD, SHR dijual kepada tujuh pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum dan pengojek. Tarif yang dipatok Rp250 ribu untuk sekali kencan. Uang tersebut dibagi dua antara SD dan korban. Bahkan, SD mengaku mendapat uang tip Rp50 ribu dari salah satu pelanggannya.
“Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan dan keperluan lainnya selama tinggal di kos,” ujar Kapolsek Zainal, Minggu, 22 Maret 2026.
Yang lebih mengkhawatirkan, SD mengaku bukan hanya SHR yang menjadi korban. Sebelumnya, sudah ada sekitar delapan orang korban lain dengan modus serupa, dan kebanyakan dari mereka masih di bawah umur. Fakta ini menunjukkan adanya jaringan eksploitasi anak yang terstruktur dan berkelanjutan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







