INFOLABUANBAJO.ID — Di tengah hiruk-pikuk Kota Maumere, prosesi Jalan Salib Tematis yang digelar Orang Muda Katolik Paroki Santo Thomas Morus, Jumat (3/4), menghadirkan pengalaman religius yang tak biasa. Salah satu perhentian paling menyita perhatian publik terjadi saat adegan wafatnya Yesus Kristus dipentaskan tepat di depan gerai Alfamart di Jalan Soekarno-Hatta.
Pilihan lokasi ini bukan sekadar kebetulan teknis, melainkan bagian dari pendekatan tematis yang mencoba menghadirkan kisah sengsara Yesus ke dalam konteks kehidupan modern. Jalan raya yang ramai, aktivitas warga, hingga simbol kapitalisme seperti minimarket menjadi latar yang kontras dengan narasi penderitaan dan pengorbanan.
Prosesi yang berlangsung sekitar lima jam itu dimulai dari Gereja Centrum Maumere dan berakhir di Gereja Santo Thomas Morus. Ratusan umat terlibat, sebagian besar mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka. Sepanjang perjalanan, 14 perhentian kisah sengsara Yesus diperagakan dengan dramatik, melibatkan berbagai lingkungan dalam paroki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, perhentian ke-12 menjadi titik refleksi yang paling kuat. Di tengah lalu lintas yang direkayasa dan penjagaan aparat, sosok Yesus yang diperankan Yopi—figur yang telah lama dikenal dalam tradisi ini—digambarkan menghembuskan napas terakhirnya. Tubuhnya tergantung di kayu salib, dengan latar belakang papan reklame dan aktivitas jual beli yang tetap berjalan di sekitar Alfamart.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







