INFOLABUANBAJO.ID — Laga eksibisi sarat gengsi tersaji di Lapangan Paroki Reweng, Lembor Selatan, Manggarai Barat, dalam rangkaian turnamen penggalangan dana pembangunan Gereja Paroki Reweng, Keuskupan Labuan Bajo. Pertandingan yang mempertemukan Singa Tua FC melawan Tim Panitia Penyelenggara itu berlangsung penuh semangat, menghadirkan hiburan sekaligus pesan solidaritas bagi masyarakat setempat.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil terbuka. Tempo permainan cukup tinggi, dengan jual beli serangan yang membuat penonton antusias di pinggir lapangan. Namun, Singa Tua FC perlahan mulai mengambil kendali permainan lewat organisasi tim yang lebih rapi dan penyelesaian akhir yang efektif.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-17. Richard Sontani sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Tendangan akuratnya tak mampu dihalau penjaga gawang Panitia Penyelenggara, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Singa Tua FC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Singa Tua FC. Hanya berselang enam menit, tepatnya pada menit ke-23, Mario Pranda menggandakan keunggulan timnya. Lewat aksi individu yang impresif, ia mampu menembus lini pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan yang bersarang mulus ke dalam gawang. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Dominasi Singa Tua FC semakin tak terbendung menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-27, Richard Sontani kembali menunjukkan ketajamannya. Melalui skema serangan terorganisir, ia sukses mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini, sekaligus membawa timnya unggul telak 3-0 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Tim Panitia Penyelenggara tak tinggal diam. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan mulai menekan pertahanan Singa Tua FC. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan dua gol balasan yang membuat skor menipis menjadi 3-2. Atmosfer pertandingan pun semakin memanas, dengan tensi yang meningkat hingga menit-menit akhir.
Meski mendapat tekanan bertubi-tubi, lini pertahanan Singa Tua FC mampu tampil disiplin. Koordinasi antar pemain bertahan serta penampilan solid penjaga gawang menjadi kunci dalam meredam serangan lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Singa Tua FC.
Kemenangan ini tak lepas dari kontribusi besar dua pemain kunci, Mario Pranda dan Richard Sontani. Keduanya tampil menonjol sepanjang laga, tidak hanya sebagai pencetak gol tetapi juga sebagai motor serangan tim. Performa mereka menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
Lebih dari sekadar laga eksibisi, pertandingan ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian. Kehadiran para tokoh muda, termasuk Mario Pranda dan Richard Sontani, memberikan energi positif dalam mendukung pembangunan rumah ibadah di wilayah Manggarai Barat. Antusiasme masyarakat yang memadati lapangan menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi medium efektif dalam mempererat solidaritas sosial.
Dengan kemenangan ini, Singa Tua FC tak hanya membawa pulang hasil positif, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana untuk menyatukan semangat, berbagi, dan membangun harapan bersama.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi







