INFOLABUANBAJO.ID — Perjalanan panjang penuh harapan ditempuh oleh Refi Mariska Saputri, seorang anak petani asal Kabupaten Manggarai Barat yang kini berada di Kupang untuk mengikuti seleksi Calon Siswa (Casis) Polwan.
Dengan latar belakang keluarga sederhana, Refi tumbuh dalam keterbatasan. Namun sejak kecil, ia telah menanamkan mimpi besar untuk menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Baginya, menjadi Polwan bukan hanya profesi, tetapi bentuk pengabdian dan kebanggaan untuk keluarga.
Perjalanan menuju Kupang bukanlah hal mudah. Refi harus meninggalkan kampung halamannya dan menghadapi tantangan baru di kota. Dalam perjuangannya, ia tidak sendiri. Ia didampingi oleh sang paman, Akbar Tanjung, putra dari Desa Siru, yang dengan setia memberikan dukungan moral maupun semangat agar Refi tetap kuat menjalani setiap tahapan seleksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari kecil dia sudah punya mimpi ini. Saya hanya bantu dorong supaya dia bisa sampai di titik ini,” ungkap Akbar.
Semangat Refi tidak pernah surut. Ia terus berlatih fisik, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri secara mental. Baginya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan pelajaran untuk bangkit lebih kuat.
Selain mengejar cita-cita, Refi juga memaknai perjalanan ini sebagai bentuk “cinta”—cinta kepada keluarga yang telah membesarkannya, cinta terhadap mimpi yang ia jaga sejak kecil, serta cinta untuk mengabdi kepada masyarakat.
Kisah Refi Mariska Saputri menjadi inspirasi bagi banyak anak muda, khususnya mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan.
Di bawah langit Kupang, langkah Refi terus maju. Dengan doa, usaha, dan dukungan keluarga, ia semakin dekat dengan mimpinya menjadi seorang Polwan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi







