Para pelaku usaha mengklaim telah mengajukan volume kebutuhan BBM secara resmi, tetapi realisasi pasokan dari distributor jauh dari harapan. Padahal, kelancaran operasional kapal wisata—mulai dari liveaboard hingga perahu penyeberangan—menjadi penopang utama ekonomi lokal, yang turut menghidupi pemandu wisata, nelayan, pengelola penginapan, hingga UMKM.
Ia menegaskan masalah ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan menyangkut keberlanjutan ekonomi masyarakat Labuan Bajo yang berstatus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Status tersebut semestinya menjadi jaminan atas ketersediaan pasokan energi.
“Kami minta agar Pertamina, otoritas pelabuhan, dan pemda bergerak cepat, memastikan pasokan BBM berjalan lancar dan transparan,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, para pelaku pariwisata mendesak pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah konkret. Tuntutan mereka mencakup penambahan pasokan BBM sesuai kebutuhan musim puncak, penerapan sistem distribusi yang adil dengan prioritas untuk operasional pariwisata, serta digelarnya dialog terbuka untuk mencari solusi permanen.
Penulis : Fons Abun
Editor : R. Nahal
Halaman : 1 2







