Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

INFOLABUANBAJO.ID – Kebijakan pembatasan kunjungan maksimal 1.000 wisatawan per hari di Taman Nasional Komodo menuai reaksi keras dari pelaku pariwisata. Dalam aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Pariwisata Mabar Bersatu (APMB), suara paling menyayat datang dari seorang perempuan pekerja wisata yang mengaku harus menunda rencana pernikahannya akibat kondisi ekonomi yang kian sulit.

Perempuan tersebut naik ke mimbar dan menyampaikan langsung aspirasinya di hadapan Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana kebijakan tersebut berdampak besar pada kehidupannya.

Baca Juga:  Pemandangan Pulau Padar: Ikon Fotografi Labuan Bajo

Ia mengaku sudah delapan tahun bekerja di sektor pariwisata di Labuan Bajo. Sejak SMA, ia melihat pariwisata sebagai harapan masa depan. Bahkan, dari sektor itu pula ia belajar bahasa Inggris dan mendapatkan pekerjaan tanpa harus merantau keluar daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kini, harapan itu berubah menjadi kekhawatiran.

“Saya sangat-sangat kecewa. Hari ini saya benar-benar merasakan kelaparan,” ujarnya dengan suara bergetar di tengah kerumunan massa.

Tak hanya dirinya, sang suami yang juga bekerja di sektor pariwisata mengalami hal serupa. Minimnya kunjungan wisatawan membuat penghasilan mereka menurun drastis.

Baca Juga:  Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group

Kondisi itu berdampak langsung pada rencana pernikahan mereka yang dijadwalkan pada 2027. Ia mengaku, rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena tidak adanya kepastian ekonomi.

“Suami saya juga kerja di pariwisata. Tahun 2027 kami rencana menikah, tapi sekarang batal karena uang sudah tidak ada. Kalau tamu tidak ada, kami mau menikah bagaimana?” tuturnya.

Ia pun mempertanyakan kebijakan kuota tersebut yang dinilai semakin mempersempit ruang gerak pelaku wisata lokal.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya
Pembatasan 1.000 Pengunjung per Hari di Taman Nasional Komodo Mulai Berdampak: Turis Ungkap Kebingungan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Berita Terbaru