Uangnya Mereka Pungut, Tapi Masyarakat Miskinnya Mereka Tidak Urus, Keperihatinan Bupati Edi Soal Pengelolaan TNK

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. (Foto: Pos Kupang)

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. (Foto: Pos Kupang)

INFOLABUANBAJO.ID — Pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi keperihatinan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Orang nomor satu di Bumi Komodo itu mengatakan, dalam wilayah yang menjadi otoritas BTNK misalnya, masyarakat miskinnya tidak diperhatikan begitu juga dengan infrastruktur seperti dermaga untuk masyarakat, sekolah yang rusak demikian juga dengan puskesmas. Di sisi lain menurut Bupati Edi ada pungutan dengan kategori penerimaan yang disebut dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hasilnya tidak sepeserpun dibagikan kepada Pemerintah Daerah.

“Dalam konteks TNK karena dia masuk dalam kategori penerimaan yang disebut dengan PNBP, tetapi masyarakat miskinnya mereka tidak urus, sekolah rusak mereka tidak urus, dermaga mereka tidak bangun, puskesmas mereka tidak bangun tetapi uang yang dipungut atas keindahan yang menjadi domain otoritas mereka itu mereka pungut, tanpa membagi sepeserpun kepada pemerintah daerah”, tutur bupati Edi saat audensi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Bupati/Wali Kota se NTT dengan Kementrian Keuangan dalam hal ini Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman, di Gedung Kemenkeu-Jakarta, Kamis (20/03/2025) sore.

Menurut Bupati Edi, kalaupun PNBP itu tidak dibagikan kepada Pemerintah Manggarai Barat, rakyat miskin disekitar kawasan yang menjadi otoritas BTNK itu harus diperhatikan demikian juga dengan fasilitasnya.

“Tentu ada batas, tetapi lagi-lagi di Taman Nasional Komodo, oke daerah tidak mendapat bagian dari PNBP tapi rakyat di situ harus diurus, fasilitas kesehatannya termasuk dermaganya, rakyat miskinnya dibangun. Jangan kekayaan alamnya diurus tapi rakyatnya itu urusan bupati”, tegas Bupati Manggarai Barat itu.

Dalam audensi itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi daerahnya. Keprihatinan Bupati Edistasius Endi karena ada wilayah yang secara administrasi menjadi tanggungjawabnya namun secara otoritatif menjadi kewenangan lembaga lain yang tidak bisa diaturnya.

Baca Juga:  Kawasan Golo Mori Disiapkan Hadapi Bencana

“Dulu yang saya tau itu suatu kabupaten baik administrasi maupun otoritasnya murni dipimpin oleh seorang Bupati. Tetapi di Manggarai Barat itu administrasinya oleh Bupati tetapi otoritasisasinya ada 3 komponen. Pertama Bupati, yang kedua Balai Taman Nasional Komodo, yang ketiga Badan Otoritas Pariwisata. Ada zona tertentu Bupati tidak punya kewenangan untuk mengaturnya”, ucap Bupati Edi.

Bupati Edi menyayangkan, dalam wilayah yang menjadi otoritas BTNK misalnya, masyarakat miskinnya tidak diperhatikan begitu juga dengan infrastruktur seperti dermaga untuk masyarakat, sekolah yang rusak demikian juga dengan puskesmas. Di sisi lain menurut Bupati Edi ada pungutan dengan kategori penerimaan yang disebut dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hasilnya tidak sepeserpun dibagikan kepada Pemerintah Daerah.

Berita Terkait

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya
Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:59 WITA

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya

Sabtu, 25 April 2026 - 14:15 WITA

Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Berita Terbaru