INFOLABUANBAJO.ID — Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu tragedi kemanusiaan besar jika tidak segera dihentikan. Seruan itu disampaikan di hadapan ribuan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dalam doa Angelus Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam pesannya, Paus menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan kekerasan yang terus meningkat. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai “spiral kekerasan” yang dapat membawa kawasan itu ke jurang kehancuran yang sulit dipulihkan.
“Menghadapi kemungkinan tragedi yang sangat besar, saya mengimbau pihak-pihak terkait untuk memikul tanggung jawab moral dan menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki,” kata Paus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seruan ini muncul setelah konflik meningkat tajam menyusul serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral dalam politik dan keamanan negara tersebut.
Kematian Khamenei memicu respons keras dari pemerintah Iran. Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pembalasan merupakan hak sekaligus kewajiban negaranya. Ia menegaskan Iran siap menggunakan seluruh kekuatan untuk merespons serangan tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan eskalasi lebih lanjut. Trump mengancam bahwa setiap serangan balasan akan direspons dengan kekuatan militer yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







