“Ibu guru pirang menginkan banyak orang yang bunuh diri. Bayangkan dia punya keangkuhan ini bisa mengalahkan iblis, dia ini bisa di bilang ular beludak👹. Dia tidak pernah berpikir nasabah yang memperkaya dia sampe sekarang, tapi mirisnya dia menginkan nasabahnya banyak bunuh diri😥😥 apakah itu bukan iblis?
Dia lupa kalau pencapaiannya sekarang berkat bunga dari nasabah yg meminjam uangnya. mari kita renungkan bersama kawan-kawan stop kasi pinjaman uang ke orang lain kalau belum siap dikecewakan sama nasabah.
Buka usaha simpan pinjam tentunya punya resiko ketika peminjam mandek untuk membayar. Pasti ada cara lain untuk diskusi tanpa mengancam dan mencaci maki apa lagi mengharapkan nasabah untuk bunuh diri,” tulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Reaksi warganet pun terus bermunculan. Akun Robbi R menilai:
“Wah, parah sekali ini ibu.”
Akun Grotfrey Mahatma bahkan menyinggung dugaan pelanggaran aturan:
“sy heran PEMDA Manggarai membiarkan Guru seperti ini membabi buta mengucapakan kalimat bernada kasar maki makian,intimidasi dan perundungan di FB bgini.JELAS INI MELANGGAR UU ASN.”
Sementara akun Diana Wyningsih Prantara menulis:
“Pasti mereka yg bunu tu orang e mereka SDH skenarionya tu.”
Pihak media Info Labuan Bajo telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Emiliana Helni melalui pesan WhatsApp. Proses wawancara sempat berlangsung, namun jawaban yang diberikan kemudian dihapus kembali.
Di sisi lain, seorang warga turut memberikan tanggapan terkait sosok Emiliana Helni.
“Anak dari Emiliana Helni ini diduga seorang polisi, tapi diduga tidak bisa menasihati ibu Emi yang justru sering membagikan postingan yang diduga mencaci maki orang di Facebook. Ini sungguh miris menurut saya,” ujarnya.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pihak berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam situasi sensitif seperti suasana duka.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







