INFOLABUANBAJO.ID – Kabar duka datang dari perantau asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Dua warga Manggarai yang merantau sebagai petani di Kalimantan Timur menjadi korban tenggelam setelah perahu yang mereka tumpangi karam di Sungai Meratak, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
Memasuki hari ketiga pencarian, Rabu (8/10) sekitar pukul 13.30 Wita, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan salah satu korban, Helmiana Neri, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ditemukan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal perahu terbalik.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto membenarkan penemuan itu. “Jenazah korban segera kami evakuasi ke tepi sungai dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses pencarian melibatkan gabungan personel Polsek Telen, BPBD Kutim, Basarnas, TNI, serta relawan warga.
Peristiwa naas ini terjadi pada Senin (6/10) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, perahu yang ditumpangi tiga petani asal Manggarai terbalik usai menabrak batang kayu yang hanyut di tengah derasnya arus Sungai Meratak.
Dari tiga penumpang, satu orang bernama Iliq Tingai berhasil selamat. Sementara dua lainnya, Helmiana Neri dan Marsel, sempat dilaporkan hilang. Kini, Helmiana telah ditemukan, sedangkan Marsel masih dalam pencarian.
“Sejak hari pertama, tim telah berupaya maksimal dengan mengerahkan perahu karet serta peralatan selam guna mempercepat pencarian,” tambah Fauzan.
Hingga Rabu sore, tim SAR masih melanjutkan operasi pencarian terhadap Marsel dengan memperluas area penyisiran.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar perantau Manggarai di Kutai Timur. Mereka berharap pencarian terhadap korban yang belum ditemukan bisa segera membuahkan hasil. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo







