Sementara itu, Ketua PWI NTT Ferry Jahang dalam sambutannya mengatakan bahwa Diskusi Ekonomi NTT yang digelar di kantor Gubernur NTT itu merupakan diskusi rutin yang dilaksanakan setiap hari pers nasional.
“Tahun lalu PWI NTT menggelar diskusi terkait efek APBN terhadap pembangunan di NTT,” ujar dia.
Ferry juga membahas tentang kunjungan Gubernur NTT dan seluruh kepala daerah se-NTT ke Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah Menteri adalah ada bukti pemerintah NTT menurunkan ego kedaerahan sehingga tekad mengentaskan kemiskinan di NTT semakin dipercepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia juga mengatakan bahwa diskusi terkait ekonomi ini juga direncanakan akan dilakukan tiga sampai enam bulan sekali, sebab PWI NTT berkeyakinan bahwa setiap gagasan dan program untuk kepentingan masyarakat harus bisa diperdebatkan secara terbuka oleh berbagai pihak.
Sesuai visi gubernur disebutkan sukseskan program berbasis Koperasi Desa Merah Putih melalui program One Village One Product (OVOP), yakni setiap desa dan kelurahan di NTT akan didorong untuk memproduksi, mengolah, dan memasarkan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal.
Gerakan Beli NTT, yakni membangkitkan produk lokal, di mana untuk mengutamakan penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan dan masyarakat.
Sebagai langkah awal, seluruh kantor pemerintahan akan menggunakan produk air mineral lokal seperti Aquamor, Aquafit, Viquam, Ruteng, Kelimutu, Airrote, dan Ewiti, serta produk UMKM lainnya. ***
Sumber Berita: Antara
Halaman : 1 2






