Senja di Dermaga Hati

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Dunia mereka yang berbeda kini menjadi tembok raksasa. Komunikasi mereka dibatasi. Pak Hardimens bahkan mencoba menjodohkan Laras dengan anak rekan bisnisnya. Laras merasa terkurung dalam sangkar emasnya. Di sisi lain, Banyu di Labuan Bajo merasa kecil dan tak berdaya. Ia menatap laut yang selama ini menjadi sahabatnya, namun kini laut itu terasa seperti jurang pemisah antara dirinya dan Laras.

Laras tidak menyerah. Cinta yang ia rasakan bukanlah cinta sesaat karena suasana liburan. Itu adalah cinta yang tulus untuk jiwa Banyu yang sederhana namun kaya. Dengan keberanian yang ia kumpulkan, Laras menentang ayahnya.

“Ayah punya segalanya, tapi Ayah tidak pernah terlihat sebahagia Banyu yang hanya punya perahu dan lautan. Kebahagiaanku bukan diukur dari harta, Ayah. Tapi dari ketulusan. Dan aku menemukannya di Labuan Bajo,” ucap Laras dengan air mata berlinang, namun suaranya tegas.

Laras mengambil keputusan besar. Ia kembali ke Labuan Bajo, bukan untuk berlibur, tetapi untuk tinggal. Dengan bekal pendidikan dan sedikit modal yang ia miliki, ia membangun sebuah yayasan konservasi terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir, bekerja sama dengan Banyu dan nelayan-nelayan lainnya. Ia ingin membuktikan bahwa dunianya dan dunia Banyu bisa menyatu, bahkan saling melengkapi.

Melihat kesungguhan dan perubahan putrinya yang kini jauh lebih hidup dan bersemangat, hati Pak Harmens mulai luluh. Ia menyusul ke Labuan Bajo, bukan untuk menyeret Laras pulang, tapi untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Di sana, ia tidak melihat anak nelayan miskin yang tak punya masa depan. Ia melihat Banyu, seorang pemimpin muda yang dihormati di desanya, yang dengan gigih memimpin proyek konservasi bersama Laras. Ia melihat putrinya tertawa lepas, tangannya mungkin sedikit kotor karena menanam bibit koral, tapi matanya bersinar penuh kebahagiaan sejati.

Sore itu, di atas perahu kayu Banyu, Pak Harmens berdiri di antara putrinya dan pemuda itu. Ia menatap senja Labuan Bajo yang magis, sama seperti yang pernah diceritakan Laras. Ia menepuk pundak Banyu, sebuah gestur tanpa kata yang sarat akan makna. Sebuah restu.

Tembok raksasa itu akhirnya runtuh. Cinta yang lahir dari kesederhanaan pesisir dan diuji oleh kemegahan kota, akhirnya menyatu di dermaga hati. Banyu dan Laras membuktikan bahwa cinta sejati tidak mengenal kasta atau harta, ia hanya mengenal dua jiwa yang berlabuh di pelabuhan yang sama, di bawah naungan langit senja Labuan Bajo yang menjadi saksi bisu kisah mereka.

Catatan: Tulisan ini hanyalah cerita fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh dan tempat itu terjadi hanya secara kebetulan semata.

Berita Terkait

Industri Event Labuan Bajo Tumbuh Pesat, PT TMCC Event Production Tampil Sebagai Motor Kreatif Daerah
Betrand Peto Beri Penjelasan Soal Diusir dari Rumah Sarwendah
Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 Resmi Dibuka, Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif Lestarikan Budaya
Lagu “Kokang (Kolang Kawing)” Karya Dony Ambang Tembus Musik Trending YouTube, Baru 2 Hari Dirilis
Sam’s Studio Labuan Bajo: Destinasi Hiburan Cinema Premium yang Akan Memukau Wisatawan
Komodo Idol Season 3 Siap Digelar, Jaring Bakat Vokal Muda NTT di Labuan Bajo
Deddy Corbuzier Resmi Digugat Cerai oleh Sabrina Chairunnisa, Permintaan Agar Proses Tak Dipublikasikan
Amanda Manopo Ngaku Mau Punya 12 Anak, Begini Jawaban Kenny Austin

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:51 WITA

Industri Event Labuan Bajo Tumbuh Pesat, PT TMCC Event Production Tampil Sebagai Motor Kreatif Daerah

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:31 WITA

Betrand Peto Beri Penjelasan Soal Diusir dari Rumah Sarwendah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:04 WITA

Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 Resmi Dibuka, Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif Lestarikan Budaya

Selasa, 25 November 2025 - 07:22 WITA

Lagu “Kokang (Kolang Kawing)” Karya Dony Ambang Tembus Musik Trending YouTube, Baru 2 Hari Dirilis

Selasa, 11 November 2025 - 21:24 WITA

Sam’s Studio Labuan Bajo: Destinasi Hiburan Cinema Premium yang Akan Memukau Wisatawan

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA