Senja di Dermaga Hati

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Langit Labuan Bajo adalah kanvas Tuhan yang tak pernah gagal memukau. Sapuan warna jingga, ungu, dan merah muda saat senja adalah pemandangan sehari-hari bagi Banyu, pemuda asli Flores yang kulitnya legam terbakar matahari dan tangannya kapalan karena menarik jala dan mengemudikan perahu. Ayahnya seorang nelayan tua, dan Banyu adalah ahli waris lautan. Baginya, laut adalah ibu, sahabat, sekaligus sumber kehidupan. Dunianya sederhana: aroma asin air laut, deru mesin perahu kayu, dan riak ombak yang memecah di bibir pantai.

Suatu hari, kesederhanaan dunianya terusik oleh kedatangan sebuah kapal pesiar mewah yang berlabuh tak jauh dari desanya. Dari kapal itu, turunlah sebuah keluarga yang auranya begitu berbeda. Mereka adalah keluarga Harmens, konglomerat dari Jakarta. Dan di antara mereka, ada sesosok gadis yang seolah membawa cahaya metropolitan ke pesisir yang tenang itu. Namanya Larasati, atau Laras.

Laras adalah potret kesempurnaan. Cantik, berpendidikan tinggi di luar negeri, dan terbiasa dengan kemewahan. Namun di balik gaun musim panas dan kacamata hitam bermereknya, matanya menyimpan kejenuhan. Ia bosan dengan pesta, gedung pencakar langit, dan percakapan dangkal tentang saham dan bisnis.

Keluarga Harmens menyewa perahu lokal terbaik untuk menjelajahi pulau-pulau eksotis. Dan perahu itu adalah milik ayah Banyu, dengan Banyu sebagai nakhoda sekaligus pemandunya.

Pertemuan pertama mereka terjadi di atas dek perahu kayu yang sederhana. Laras terpana, bukan pada kemewahan yang tidak ada, tetapi pada cara Banyu berbicara tentang laut. Ia tidak sekadar menunjuk arah ke Pulau Padar atau Pulau Komodo. Ia bercerita tentang arus yang punya nyawa, tentang rasi bintang yang menjadi kompas leluhurnya, dan tentang filosofi seekor ikan yang berjuang melawan arus. Matanya berbinar tulus, sebuah binar yang tak pernah Laras lihat di mata para pria perlente di Jakarta.

“Di kota, orang melihat jam untuk tahu waktu. Di sini, kami melihat matahari dan pasang surut air laut,” kata Banyu suatu kali, sambil menunjuk cakrawala.

Kalimat sederhana itu menampar Laras. Selama liburannya, ia lebih banyak menghabiskan waktu berbicara dengan Banyu. Sementara ayah dan ibunya menikmati koktail di resor bintang lima, Laras memilih duduk di bibir pantai bersama Banyu, menyantap ikan bakar hasil tangkapan mereka sendiri, dengan beralaskan daun pisang. Ia belajar cara mengikat simpul tali perahu, ia tertawa lepas saat percikan air laut mengenai wajahnya, dan ia merasakan kedamaian yang tak pernah bisa dibeli dengan uang ayahnya.

Banyu pun merasakan hal yang sama. Laras bukan gadis kota manja yang ia bayangkan. Laras punya rasa ingin tahu yang besar, hati yang hangat, dan tawa yang renyahnya seperti suara gemericik air di goa tersembunyi. Untuk pertama kalinya, Banyu merasa laut yang luas itu terasa sempit jika tidak ada Laras di sisinya.

Cinta bersemi di antara debur ombak dan keagungan Pulau Padar saat matahari terbit. Sebelum Laras pulang, di sebuah dermaga kayu yang sepi, mereka saling berjanji untuk menjaga hati.

Namun, badai datang lebih cepat dari yang mereka duga.

Di Jakarta, Laras mencoba menceritakan tentang Banyu kepada ayahnya. Respon Pak Harmens dingin dan menusuk. “Laras, sadarlah! Kamu jatuh cinta dengan seorang anak nelayan? Apa masa depanmu bersamanya? Dia bisa memberimu apa? Ikan? Jangan membuat Ayah malu.”

Berita Terkait

Industri Event Labuan Bajo Tumbuh Pesat, PT TMCC Event Production Tampil Sebagai Motor Kreatif Daerah
Betrand Peto Beri Penjelasan Soal Diusir dari Rumah Sarwendah
Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 Resmi Dibuka, Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif Lestarikan Budaya
Lagu “Kokang (Kolang Kawing)” Karya Dony Ambang Tembus Musik Trending YouTube, Baru 2 Hari Dirilis
Sam’s Studio Labuan Bajo: Destinasi Hiburan Cinema Premium yang Akan Memukau Wisatawan
Komodo Idol Season 3 Siap Digelar, Jaring Bakat Vokal Muda NTT di Labuan Bajo
Deddy Corbuzier Resmi Digugat Cerai oleh Sabrina Chairunnisa, Permintaan Agar Proses Tak Dipublikasikan
Amanda Manopo Ngaku Mau Punya 12 Anak, Begini Jawaban Kenny Austin

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:51 WITA

Industri Event Labuan Bajo Tumbuh Pesat, PT TMCC Event Production Tampil Sebagai Motor Kreatif Daerah

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:31 WITA

Betrand Peto Beri Penjelasan Soal Diusir dari Rumah Sarwendah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:04 WITA

Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 Resmi Dibuka, Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif Lestarikan Budaya

Selasa, 25 November 2025 - 07:22 WITA

Lagu “Kokang (Kolang Kawing)” Karya Dony Ambang Tembus Musik Trending YouTube, Baru 2 Hari Dirilis

Selasa, 11 November 2025 - 21:24 WITA

Sam’s Studio Labuan Bajo: Destinasi Hiburan Cinema Premium yang Akan Memukau Wisatawan

Berita Terbaru

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kampung Soknar, Golo Mori

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:06 WITA