Distribusi BBM Labuan Bajo: Pertamina Jajaki Jalur Laut, Bupati Edi Endi Desak Percepatan

- Redaksi

Senin, 8 September 2025 - 11:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal wisata Labuan Bajo

Kapal wisata Labuan Bajo

INFOLABUANBAJO.ID – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus tengah menjajaki kerja sama dengan pengelola dermaga di Labuan Bajo untuk mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui jalur laut. Langkah ini menyusul usulan serius Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang mendorong pengalihan distribusi BBM dari jalur darat ke laut demi efisiensi dan mitigasi risiko.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan penjajakan tersebut saat dikonfirmasi, Jumat 5 September 2025. “Salah satu unit bisnis kami saat ini dalam tahapan penjajakan untuk berkerjasama dengan pihak pengelola dermaga di Labuan Bajo,” ujar Ahad. Namun, ia belum bisa merinci lebih lanjut bentuk kerja sama tersebut. “Masih dalam tahapan penjajakan, teknis detailnya akan dibahas kemudian.”

Usulan Bupati Edi Endi mencuat dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan BBM Bersubsidi dan LPG Wilayah Kabupaten Manggarai Barat di Ruang Rapat Bupati, Rabu, 3 September 2025. Rapat tersebut dihadiri perwakilan Pertamina, jajaran Forkopimda Mabar, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Dalam rapat, Perwakilan Pertamina Persero Niaga, Bayu Fadhilah, mengakui bahwa peningkatan ekonomi dan pariwisata di Labuan Bajo telah memicu lonjakan permintaan BBM. Namun, distribusi terkendala kondisi geografis. “Tantangan di Labuan Bajo atau NTT pada umumnya terkait dengan pola distribusi yang harus melalui banyak pulau. Kita harus mendistribusikan lewat kapal, dan itu menjadi tantangan bagi semua badan usaha,” jelas Bayu.

Bayu mengungkapkan, saat ini distribusi BBM ke Labuan Bajo masih mengandalkan Depo Reo. Perjalanan darat dari Depo Reo memakan waktu 8-9 jam dengan risiko tinggi, terutama karena jalan yang hanya mampu dilalui mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter. Pertamina sendiri sedang berupaya meningkatkan kapasitas Depo Reo, membangun Terminal BBM di Labuan Bajo, serta merencanakan pembangunan pipa distribusi dari pelabuhan. Pembangunan pipa ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Manggarai Barat untuk memangkas waktu dan risiko pengangkutan darat.

Menanggapi pemaparan tersebut, Bupati Edi Endi memberikan beberapa instruksi. Pertama, penegakan aturan penyaluran BBM ke konsumen akhir. “Tidak ada istilah ‘pengecer’ atau ‘pangkalan’ untuk BBM seperti pada minyak tanah atau LPG. Mari kita tegakkan aturan itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Aplikasi Pinjol dengan Potongan Tak Masuk Akal, Waspada Jeratan Utang Online

Kedua, Bupati meminta Pertamina berkoordinasi dengan TNI/Polri dalam sosialisasi aturan, mengingat keterbatasan personel Pertamina di lapangan. Ketiga, pengawasan ketat rekomendasi subsidi. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan atau Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan diinstruksikan untuk tidak sembarangan mengeluarkan rekomendasi bagi nelayan dan petani. “Bila ditemukan penyalahgunaan, rekomendasinya ditahan dan ditindak tegas,” tandas Bupati Edi.

Terakhir, Bupati Edi kembali menekankan pentingnya optimalisasi distribusi laut. Menurutnya, pengiriman BBM ke pulau-pulau harus langsung via laut ke pelabuhan, bukan lagi melalui jalur darat yang memakan biaya tinggi dan tidak efisien. “Solusinya adalah dengan kapal langsung ke pelabuhan, sehingga longsor di jalan darat tidak akan menghambat distribusi,” pungkasnya.

Bupati Edi berharap kolaborasi semua pihak dapat menjamin ketersediaan BBM yang lancar dan tertib aturan, demi mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Sumber Berita: infolabuanbajo.id

Berita Terkait

Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya
Mario Pranda Bawa Harapan Baru: Ekosistem Jagung Siap Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Manggarai Barat
Heboh! Prabowo Sebut Indonesia Bisa Produksi BBM dari Jagung hingga Tebu, Siap Hadapi Krisis Dunia
5 Peluang Usaha Modal Kecil yang Menjanjikan untuk Anak Muda di Labuan Bajo
Krisis BBM di Manggarai: Warga Tercekik Harga Eceran, Distribusi Tersendat, Pemerintah Janji Perketat Pengawasan
Cek Sekarang! Dana PKH November 2025 Sudah Cair, Begini Cara Lihat Nama Penerima dan Jumlah Bantuan Anda
Indomaret Ekspansi ke Labuan Bajo, Fokus Serap Tenaga Kerja Lokal Lewat Tujuh Gerai Baru
Warga Padati Kawasan Mawatu, Calon Residence dan Shopping Area Baru di Labuan Bajo

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 03:53 WITA

Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:01 WITA

Mario Pranda Bawa Harapan Baru: Ekosistem Jagung Siap Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Manggarai Barat

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:15 WITA

Heboh! Prabowo Sebut Indonesia Bisa Produksi BBM dari Jagung hingga Tebu, Siap Hadapi Krisis Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:03 WITA

5 Peluang Usaha Modal Kecil yang Menjanjikan untuk Anak Muda di Labuan Bajo

Rabu, 26 November 2025 - 09:33 WITA

Krisis BBM di Manggarai: Warga Tercekik Harga Eceran, Distribusi Tersendat, Pemerintah Janji Perketat Pengawasan

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA