INFOLABUANBAJO.ID – Seorang siswa di wilayah Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies. Peristiwa ini terjadi baru-baru ini dan kini menjadi perhatian warga setempat.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, korban mengalami luka gigitan pada beberapa bagian tubuh, yakni daun telinga, pipi, dan betis. Setelah melakukan penyerangan, anjing yang belum diketahui pemiliknya itu langsung melarikan diri dan hingga saat ini belum berhasil ditemukan.
“Semoga tidak ada korban berikutnya. Keselamatan menjadi tanggung jawab kita bersama. Diharapkan bagi warga yang memelihara anjing agar mengikat atau menjaga hewan peliharaannya,” tulis akun media sosial yang pertama kali membagikan informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah insiden terjadi, warga segera memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan luka korban menggunakan air mengalir. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis, termasuk vaksin anti-rabies (VAR).
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengendalikan hewan peliharaan, khususnya anjing. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan dapat melakukan langkah cepat seperti penangkapan hewan yang berkeliaran, vaksinasi massal, dan sosialisasi bahaya rabies kepada masyarakat.
Rabies sendiri merupakan penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Pencegahan dini menjadi langkah terpenting untuk menyelamatkan nyawa.
Warga Karot dan sekitarnya diimbau tetap waspada dan melaporkan jika menemukan anjing liar atau menunjukkan gejala agresif agar segera ditangani oleh pihak berwenang.
Kronologi Kasus
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







