Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, Diduga Hina Wartawan Lewat WhatsApp

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wartawan Info Labuan Bajo, Remi Nahal usai melapor secara resmi ke Polres Manggarai Barat

Wartawan Info Labuan Bajo, Remi Nahal usai melapor secara resmi ke Polres Manggarai Barat

INFOLABUANBAJO.ID – Seorang ibu guru sekolah dasar (SD) di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, bernama Emiliana Helni resmi dilaporkan ke Polres Manggarai Barat atas dugaan penghinaan terhadap seorang wartawan.

Laporan tersebut dilayangkan setelah terduga pelaku diduga mengirimkan pesan bernada menghina melalui aplikasi WhatsApp kepada korban yang diketahui berprofesi sebagai jurnalis media online di Labuan Bajo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat Remi Nahal wartawan dari Info Labuan Bajo hendak melakukan konfirmasi terkait sebuah informasi yang viral di Facebok pada Jumat 17 April 2026 malam. Namun, komunikasi yang terjadi justru berujung pada dugaan penyampaian kata-kata yang dinilai tidak pantas dan merendahkan profesi wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa dirugikan secara pribadi maupun profesi, korban akhirnya mengambil langkah hukum dengan melaporkan Emiliana Helni ke pihak kepolisian guna mendapatkan keadilan serta memberikan efek jera.

Dalam laporan yang diajukan, korban turut menyertakan sejumlah bukti percakapan WhatsApp yang diduga berisi unsur penghinaan. Pihak kepolisian Polres Manggarai Barat telah menerima laporan tersebut pada Sabtu 18 April sore dan akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

“Saya berharap pihak kepolisian segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan, agar persoalan ini bisa terang dan jelas. Ini bukan hanya soal pribadi, tetapi juga menyangkut kehormatan profesi wartawan. Saya percaya Polres Manggarai Barat akan menangani laporan ini secara profesional dan memberikan kepastian hukum,” tegas Remi Nahal.

Baca Juga:  Beberapa Jam Baru Tiba dari Bali, Dua Pemuda Aniaya "Bapa Kecil" hingga Tewas di Rumah Gendang, Ini Alasan Para Pelaku

Diberitakan sebelumnya, wartawan media online Info Labuan Bajo, Remi Nahal, mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat menjalankan tugas jurnalistik. Ia diduga mendapat respons bernada penghinaan dari seorang guru sekolah dasar di Ruteng, Emiliana Helni, saat melakukan upaya konfirmasi terkait sebuah komentar yang viral di media sosial.

Peristiwa ini bermula ketika Remi Nahal menghubungi Emiliana Helni melalui aplikasi WhatsApp pada Jumat 17 April 2026 malam, untuk meminta klarifikasi atas komentar yang beredar luas di sejumlah grup Facebook. Komentar tersebut sebelumnya diunggah ulang oleh akun “Manggarai Viral” dan memicu perbincangan publik.

Dalam pesan pembuka, Remi memperkenalkan diri secara sopan sebagai wartawan dan menjelaskan maksud konfirmasi. Ia berharap mendapat penjelasan guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Namun, respons yang diterima tidak sesuai harapan. Alih-alih memberikan klarifikasi, Emiliana justru memberikan jawaban yang dinilai tidak relevan dengan pertanyaan, bahkan cenderung merendahkan profesi wartawan.

Dalam percakapan tersebut, Emiliana sempat menyebut bahwa ia enggan menanggapi akun yang dianggap palsu. Ia juga melontarkan sejumlah kalimat bernada sinis dan meragukan kapasitas wartawan, serta menyinggung hal-hal di luar konteks pertanyaan.

Remi berupaya tetap menjaga komunikasi secara profesional dengan kembali menegaskan bahwa tujuannya hanya untuk meminta klarifikasi terkait komentar yang viral. Ia juga mencoba mengarahkan percakapan agar tetap fokus pada substansi pemberitaan.

Baca Juga:  Polisi Diminta Segera Usut Dugaan Penyelewengan Dana Banpol Partai NasDem Manggarai Barat

Namun, percakapan justru semakin melebar. Emiliana kembali melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan, bahkan mempertanyakan kapasitas dan kepentingan wartawan dalam melakukan konfirmasi.

“Saya hanya menjalankan tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Tapi respons yang saya terima justru di luar konteks dan cenderung menyerang secara pribadi,” ujar Remi.

Merasa dirugikan, Remi Nahal akhirnya akan berencana melaporkan dugaan penghinaan tersebut ke pihak kepolisian. Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya mencari keadilan sekaligus memberikan efek jera.

“Saya akan laporkan ke Polres Manggarai Barat. Masih mempersiapkan surat dan bukti tangkapan layar percakapan,” terang Remi Nahal.

Hingga berita ini diturunkan, pesan terakhir yang dikirimkan oleh wartawan belum mendapat balasan dari Emiliana Helni.

Salah satu warga Labuan Bajo menyebut, kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya menjaga etika komunikasi, terlebih bagi aparatur sipil negara yang juga berprofesi sebagai pendidik.

“Selain itu, peristiwa ini juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap kerja-kerja jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang,” ungkapnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan jurnalis dan masyarakat Manggarai Raya, mengingat pentingnya penghormatan terhadap profesi serta etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ini Isi Chat WhatsApp Diduga Hina Wartawan yang Berujung Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polisi
Ibu Guru SD di Ruteng Diduga Hina Wartawan Saat Konfirmasi, Berujung Akan Dilaporkan ke Polisi
Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya
Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan
Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap
Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng
Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur
Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:34 WITA

Ini Isi Chat WhatsApp Diduga Hina Wartawan yang Berujung Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:31 WITA

Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, Diduga Hina Wartawan Lewat WhatsApp

Sabtu, 18 April 2026 - 10:22 WITA

Ibu Guru SD di Ruteng Diduga Hina Wartawan Saat Konfirmasi, Berujung Akan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 20:50 WITA

Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 19:12 WITA

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan

Berita Terbaru