Ditulis oleh dr. Maria Adventine Vasuliana (Puskesmas Batu Cermin)
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit menular, keberadaan Nipah Virus (NiV) menjadi salah satu ancaman kesehatan yang patut dikenali sejak dini. Meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, potensi penyebarannya tetap perlu diwaspadai.
Apa itu Nipah Virus?
Penyakit Virus Nipah merupakan infeksi zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Virus ini termasuk virus RNA dari genus Henipavirus dalam keluarga Paramyxoviridae.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber utama penularannya adalah kelelawar buah, khususnya dari genus Pteropus. Virus ini dikenal mampu menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga peradangan otak (ensefalitis) yang bisa berakibat fatal.
Selain itu, kelompok virus ini juga memiliki keterkaitan dengan penyakit lain seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Pada kasus berat, gejala yang muncul dapat berupa:
- Perubahan status mental
- Penurunan refleks (arefleksia)
- Lemah otot (hipotonia)
- Kelemahan anggota tubuh
Kasus pertama virus ini terdeteksi pada tahun 1998–1999 di Malaysia, tepatnya di daerah Sungai Nipah.
Bagaimana Cara Penularannya?
Penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi melalui:
- Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (kelelawar atau babi)
- Paparan cairan tubuh seperti darah, air liur, dan urin
- Konsumsi buah yang terkontaminasi air liur kelelawar
- Kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi
Menariknya, pola penularan berbeda di tiap negara:
- Malaysia & Singapura: melalui babi sebagai perantara
- Filipina: melalui kuda
Bagaimana Epidemiologi Penyebarannya?
Bangladesh menjadi negara dengan kasus Virus Nipah paling konsisten sejak tahun 2001. Hingga saat ini tercatat:
- 331 kasus
- 236 kematian (sekitar 71,3%)
Pada awal tahun 2023, dilaporkan 11 kasus baru di Bangladesh.
Di Indonesia sendiri, meskipun belum ada laporan kasus pada manusia, penelitian menemukan keberadaan virus ini pada kelelawar buah (Pteropus), sehingga tetap perlu kewaspadaan.
Apa Saja Gejalanya?
Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4–14 hari setelah terpapar.
Gejala awal sering menyerupai flu biasa:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Nyeri tenggorokan
- Nyeri otot
Namun, pada kondisi yang lebih serius, dapat berkembang menjadi ensefalitis, dengan gejala:
- Mudah mengantuk
- Sulit berkonsentrasi
- Disorientasi (bingung waktu, tempat, dan orang)
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Hindari kontak dengan kelelawar dan hewan ternak berisiko
- Cuci bersih buah dan sayur sebelum dikonsumsi
- Rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas
Penutup
Meskipun belum menjadi wabah di Indonesia, Nipah Virus tetap menjadi ancaman global yang perlu diwaspadai. Edukasi masyarakat dan penerapan pola hidup bersih menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit ini.
Sumber:
- Anggraeni, N. D., Pangestika, A., & Al Hakim, R. R. (2021). Potensi Virus Nipah Sebagai Wabah Baru di Indonesia. Jurnal Penelitian Institut Pertanian Bogor.
- Almattin, B. N., & Wicaksono, I. A. (2023). Isu Global Serius Infeksi Virus Nipah Pada Manusia, 22(2).
Penulis : dr. Maria Adventine Vasuliana
Editor : Redaksi







